loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Tujuh TKW Ilegal Dideportasi Dari Malaysia

Tim Redaksi: Kamis, 08 Februari 2018 | 15:12 WIB


Tujuh orang Tenaga Kerja Wanita (TKW) non prosedural (ilegal) dideportasi Imigrasi Malaysia melalui Bandara Kualanamu.

Informasi diperoleh pada Kamis (8/2/2018), ketujuh TKW tersebut yaitu Sri Rama (33) Warga Desa Bandar Setia, Deliserdang, Ridona manurung (30) warga Simpang Kanan, Tanjung Balai, Lacimi (46) warga Jalan Mangkubumi, Medan, Paulina Dita warga Teluk Dalam, Nias ,Yusni (36) warga Desa Ranjo, Kecamatan Tanap Selatan, Kota Padang Sidempuan, Okta Yulina (22) warga Pematang Siantar, Ramianti ( 35) warga Desa Tanah Merah, Kabupaten Batubara.

Koordinator BP3TKI Medan Pos Bandara Kualanamu Suyoto menerangkan ketujuh TKW bermasalah ini dideportasi Imigrasi Malaysia melalui Bandara Kualanamu rata-rata mereka sudah berada di Malaysia antara 6 bulan sampai 6 tahun.

"Dideportasinya para TKW karena masuk secara illegal melalui jalur laut naik sampan dari Tanjung Balai ke Malaysia dengan menggunakan paspor pelancong lalu bekerja disana," kata Suyoto.

Menurut Suyoto, pihaknya dalam hal ini hanya memfasilitasi sesampainya dan mengantar mereka sampai ketempat tinggal
Ditambahkan, pihaknya tak bosan menghimbau agar warga Indonesia yang berkeinginan bekerja ke luar negeri hendaknya melalui jalur resmi.

Sebab, kalau terjadi sesuatu hal, perlindungan negara ikut hadir tidak seperti mereka yang masuk secara illegal, diusir secara paksa, bahkan dimasukkan terlebih dahulu didalam sel tahanan.

"Pemerintah baik tingkat Kabupaten/Kota  sampai tingkat Sumut sudah menyiapkan jalur resmi seperti BNP3TKI, yang selalu mempasilitasi para TKI yang hendak bekerja keluar negeri," tegas Suyoto.

Sementara Okta Yulina salah seorang TKW yang dideportasi mengaku masuk ke Malaysia pada enam bulan yang lalu melalui Pelabuhan Tanjung Balai.

Selama di Malaysia Okta bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dia mengaku sebelum dideportasi dia melapor ke kedutaan untuk minta dipulangkan karena hamil.

"Kalau bicara enak, sungguh tidak enak kalau masuk secara illegal. Namun untuk mencari gaji yang tinggi saya ditawari agen dari teman yang sudah kerja disana, katanya gajinya mahal tidak seperti kerja di sini," ujarnya.

Ketujuh TKW ini  pun selama di Malaysia bekerja sebagai pembantu rumah tangga. (Manahan) 

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html