Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pergi Melaut, Nelayan Langkat Menghilang

Tim Redaksi: Rabu, 12 Desember 2018 | 13:33 WIB



LANGKAT-Sudah berjalan 5 hari, namun Hermansyah (41), belum juga ditemukan. Ya, nelayan asal Lingkungan Borboran, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat ini dikabarkan menghilang ditengah laut. Meski berbagai upaya dilakukan masyarakat dan keluarga. Sayang, sejauh ini belum ada kabar baik tentang nasib pria beranak 4 ini, Rabu (12/12/2018).

Umi istri yang selama ini mendampingi korban tak sanggup menahan kesedihan. Air mata wanita berhijab ini perlahan turun membasahi pipi. Dirinya terus berharap agar pria yang menjadi tulang punggung keluarga segera ditemukan dengan kondisi baik-baik saja.

"Saya sudah melaporkan kejadian ini. Baik ke Satpol Air Polres Langkat dan Kamla TNI AL. Sayang, mereka seolah acuh," lirih Umi, didampingi Azhar Kasim Direktur Rumah Bahari.
Sembari menghapus air mata, Umi bercerita, suaminya pergi dari rumah tepat pada hari Kamis 7 Desember 2018 sekitar pukul 20.00 WIB. Korban berangkat untuk melaut seorang diri menembus kesunyian malam ditengah laut. Berharap, hasil tangkapan dapat menghidupi anak-anaknya. "Gak ada firasat buruk saat abang pergi, memang sehari-hari abang melaut pekerjaanya untuk menafkahi kami," kata wanita yang mengenakan hijab hijam ini.

Sayang, jelas dia, keesokan harinya beberapa nelayan melihat ada perahu berjalan ditengah laut tanpa awak. Merasa curiga, rekan-rekan nelayan lain mencari tahu perahu siapa tanpa awak berjalan dengan mesin dalam kondisi hidup. Setelah rekan korban mengetahui jika perahu tersebut milik Hermasyah. Lantas penemuan ini diberitahukan kepada istrinya.

"Saya tahu dari teman abang, mereka bilang abang menghilang sementara perahunya ada dan mesin hidup," jelasnya.

Dari sinilah kepanikan timbul, Umi langsung menangis histeris dan meminta agar rekan korban untuk membantu mencari. Baik masyarakat dan nelayan disanapun mencari korban yang dikabarkan menghilang ini. Berbagai upayapun ditempuh dan secara swadaya agar korban dapat ditemukan.

"Apa lagi yang mesti saya lakukan. Abang adalah tulang punggung kami. Gimana nasib anak-anak," ucap Umi, kembali berurai air mata berharap suaminya ditemukan dan pihak terkait dapat membantu pencarian.

Berkaitan dengan peristiwa tersebut, Azhar Kasim selaku Direktur Rumah Bahari berusaha membantu Umi. Bahkan diakuinya, selain mengerahkan nelayan, pihaknya membantu keluarga korban menyurati instansi terkait. Sembari mendorong instansi terkait untuk berupaya melakukan pencarian korban. "Kita sudah surati instansi terkait," jelas Azhar Kasim, aktifis pencinta Mangrove ini.

Dengan ini, dirinya juga meminta pihak Kamla dan Satpol Air, jangan mengabaikan laporan masyarakat. Karena ini hak rakyat, jadi harus ditanggapi cepat. "Ini menyakut nyawa nelayan. Dinas Perikanan Langkat harus mendorong dan dan tanggap atas peristiwa ini. Jangan hanya diam," tegas dia. (lkt-1)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html