![]() |
| Pipa buangan dari gedung SPPG Sei Rampah, Rabu (11/2/2026).(mol/RG) |
Pantauan di lokasi, Rabu (11/2/2026), dugaan tersebut menguat setelah ditemukan aliran cairan kental berminyak yang diduga berasal dari aktivitas operasional gedung SPPG. Limbah dari dalam gedung SPPG terlihat mengalir ke paret umum tanpa melalui proses penyaringan maupun pengolahan terlebih dahulu.
Di sekitar bangunan, tampak cairan bertekstur kental, berminyak, berwarna putih dan berbuih, serta menimbulkan aroma menyengat yang tercium cukup kuat di area pembuangan. Kondisi ini memunculkan dugaan SPPG di Dusun VI Desa Sei Rampah belum memiliki instalasi pengolahan limbah yang layak.
Terlihat adanya pipa paralon berwarna biru berdiameter sekitar 2,5 inci dengan panjang lebih kurang lima meter, terpasang memanjang di sisi bawah dinding bangunan. Pipa tersebut diarahkan langsung ke saluran drainase umum di tepi Jalan Lintas Sumatera.
Dari pipa itulah air yang diduga bercampur limbah berlemak mengalir bebas ke saluran terbuka. Situasi ini berpotensi mencemari lingkungan sekitar serta menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat, mengingat lokasi berada di kawasan padat lalu lintas dan dekat permukiman warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG Sei Rampah belum dapat dikonfirmasi dan memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala SPPG Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol, melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Namun disayangkan bersangkutan belum memberikan tanggapan.(HR/HR).

