![]() |
| Kondisi Stadion HM Nurdin Nasution Kota Padangsidimpuan. (MOL/Syahrul) |
PADANGSIDIMPUAN | Stadion HM Nurdin Nasution merupakan salah satu ikonnya Kota Padangsidimpuan. Sarana olahraga yang dulunya bernama Stadion Naposo ini kini kondisinya sangat memprihatikan, hal ini diduga kurangnya perhatian dan perawatan oleh Pemerintah Kota Padangsidimpuan.
Stadion merupakan bangunan yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan seperti olahraga, konser, kampanye politik dan kegiatan massal lainnya.
Tidak itu saja, stadion juga dapat mendongkrak perekonomian warga setempat, serta bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika pengelolaan stadion dilakukan dengan baik dan benar.
Kendati demikian, tidak jarang dijumpai banyak stadion yang kondisinya memprihatikan karena tidak terawat. Bahkan ada yang mengalami kerusakan fisik berat akibat minimnya biaya perawatan dan pengelolaan pasca acara.
Salah satunya Stadion HM Nurdin Nasution, stadion kebanggaan warga Kota Padangsidimpuan, saat ini kondisinya cukup memprihatinkan.
Amatan metro-online.co Stadion HM Nurdin Nasution terlihat kurang perawatan, dimana masih banyak infrastruktur di sana yang membutuhkan perbaikan. Mulai dari Lapangannya, pagar, tembok dan toilet begitu juga dengan tribunnya butuh perhatian.
Ironisnya lagi, tumpukan sampah sering terlihat di dalam stadion bahkan jadi tempat pembakaran sampah. Selain itu rumput-rumput liar tidak mau Ketinggalan ikut juga menghiasi area tribun.
Sementara, Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Padangsidimpuan Tahta Andi Penata mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan petugas kebersihan Stadion HM Nurdin Nasution dalam setiap harinya.
"Ada 18 orang petugas kebersihan yang disiapkan langsung dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata setiap harinya untuk membersihkan stadion dan satu orang untuk bagian penjaga," sebut Tahta keadaan metro-onlime.co melalui komunikasi lewat WhatsApp, Senin (6/4/2026).
Selanjutnya, ketika ditanyakan jumlah perawatan Stadion HM Nurdin dari APBD tahun 2026, Tahta menyebutkan, anggarannya hanya sebesar Rp32 Juta.
"Untuk perawatan Stadion tahun 2026 ini pemko menganggarkan Rp32 juta, yang sebelumnya pada tahun 2025 itu hanya Rp9 juta, tahun ini ada kenaikan," ungkapnya.
"Anggaran Rp32 juta tersebut hanya untuk perbaikan pintu gerbang dan mencat tembok stadion saja," tambah Tahta.
Kendati demikian kata Tahta, untuk perbaikan stadion HM Nurdin ke depannya, pihaknya akan melakukan upaya koordinasi dengan Pemprov Sumut dan Kementerian Olahraga.
"Kita terus mengupayakan perbaikan stadion HM Nurdin, salahsatunya sedang dibuat proposal dan akan diajukan ke Pemprov Sumut dan Kementerian Olahraga. Informasinya RAB-nya sedang dilakukan perhitungan," sebutnya.
Namun, ketika ditanya berapa besar anggaran proposal tersebut akan diajukan, Tahta tak bisa menyampaikan informasinya
"Kalau untuk anggarannya berapa yang diajukan, RAB-nya masih dalam penghitungan, tapi untuk menjawab ini mungkin langsung tanyakan ke kadis saja," cetus Tahta.
Tidak itu saja, keterbukaan informasi publik terkait biaya perawatan Stadion HM Nurdin Nasution dinilai janggal karena Tahta selalu mengelak dan memberikan alasan berulang-ulang kali saat ditanyakan dan diminta data APBD tahun 2026 terkait hal tersebut. Syahrul/ST).

