-->

Siswa Datang, Guru Tak Ada: Potret Memprihatinkan Pendidikan di SD Negeri 157010 Sibio-bio Tapteng

Sebarkan:

SD Negeri 157010 Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. (Foto: Yasmend/mol)

TAPTENG |
Sejumlah orang tua murid di SD Negeri  157010 Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengeluhkan kondisi kegiatan belajar mengajar yang dinilai tidak berjalan optimal.

Keluhan tersebut disampaikan kepada kru Metro-Online.co, Selasa (7/4/2026). Para orang tua menilai proses pembelajaran di sekolah tersebut kerap tidak berlangsung sebagaimana mestinya, diduga akibat minimnya keaktifan sejumlah tenaga pengajar.

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam, lantaran dinilai telah menghambat hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

Tidak hanya itu, muncul pula dugaan adanya tenaga pendidik yang secara administratif tercatat sebagai guru di sekolah tersebut, namun tidak pernah menjalankan tugas dalam kurun waktu lama, bahkan disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Ini sangat memprihatinkan. Seorang guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), seharusnya menjalankan tugas sesuai aturan dan tanggung jawabnya,” ujar salah satu orang tua murid.

Keluhan lainnya menyangkut rendahnya tingkat kehadiran guru dalam kegiatan belajar mengajar. Para orang tua menyebut, tidak jarang siswa sudah berada di sekolah, namun tidak menemukan guru. 

“Anak kami sudah sampai di sekolah, tetapi tidak ada guru. Ini tentu merugikan proses belajar mereka,” ungkap orang tua lainnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pihak sekolah sebelumnya sempat menyampaikan kendala cuaca dan akses menuju lokasi sebagai salah satu faktor penghambat. Saat hujan turun dan debit air meningkat, jalur menuju sekolah disebut sulit dilintasi sehingga tenaga pengajar terpaksa menunggu hingga kondisi kembali normal.

Namun demikian, para orang tua menilai alasan tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran atas terganggunya kegiatan belajar mengajar yang terjadi secara berulang.

Situasi ini dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan dan pembinaan di lingkungan sekolah. Kepala sekolah sebagai penanggung jawab dianggap memiliki peran strategis dalam memastikan kedisiplinan serta kehadiran tenaga pendidik.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada kepala sekolah Hariana Sitompul melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon sejak Selasa lalu. Namun hingga berita ini diterbitkan belum diperoleh tanggapan maupun klarifikasi resmi. Pesan yang dikirim tidak mendapat balasan, sementara panggilan telepon tidak direspons.

Pihak media juga telah menyampaikan permintaan klarifikasi secara tertulis, termasuk meminta penjelasan atas dugaan yang berkembang serta langkah yang akan diambil.

Para orang tua murid berharap pengawas sekolah dan dinas pendidikan segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. 

Mereka menilai persoalan ini tidak boleh berlarut-larut karena menyangkut masa depan pendidikan anak-anak (regenerasi).

“Kami berharap ada tindakan tegas dan transparansi,” tegas salah satu orang tua.

Hingga saat ini, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan tersebut.(YS/js)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini