![]() |
| Suasana upaya pencarian korban oleh Kepolisian dan Basarnas di Air Terjun Situmurun, Lumban Julu, Kabupaten Toba, Sabtu (11/4/2026). (Mol/os) |
TOBA | Berlibur ke Danau Toba dan menikmati keindahan Air Terjun Situmurun, Frater (Calon Pastor) Christopher Rustam, 21, Mahasiswa semester 2 di UNIKA ST.Medan Pakultas Pilsapat siantar dilaporkan tenggelam saat mandi-mandi di kawasan Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Sabtu (11/4/2026) sekira pukul 12.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terseret arus saat berada di sekitar lokasi air terjun.
Peristiwa naas ini terjadi ketika korban bersama rombongan tengah menikmati keindahan Air Terjun Situmurun yang berada di tepian Danau Toba.
Kordinator Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Danau Toba Erikson Gultom saat dihubungi oleh awak media membenarkan peristiwa ini yang dialami korban Frater (Calon Imam) berinisial CR.
Erikson juga menjelaskan, berdasarkan keterangan dari rombongan, sesampainya di air terjun situmurun korban langsung terjun atau melompat ke dalam danau dari atas kapal motor penumpang untuk mandi-mandi,
"Korban juga sempat terlihat berenang di sekitar air terjun. Namun tak lama kemudian korban hilang dari permukaan air dan tidak terlihat kembali,” kata Kordi Erikson.
Dijelaskannya, Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama unsur terkait Polsek Lumban Julu langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian. Upaya pencarian dilakukan dengan metode penyelaman di titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Pukul 14.15 WIB Basarnas melakun penyelaman ke permukaan air danau namun korban belum ditemukan.
Pukul 15.00 WIB team Basarnas briefing kendala air danau yang keruh yang membuat jarak pengelihatan yang sangat terbatas di dasar air.
Pukul 15.40 WIB team Penyelam Basarnas kembali melakukan penyelaman pencarian korban namun korban belum ditemukan
Pukul 16.45 WIB pihak asrama Fakultas Pilsapat siantar Romo Pratomo melihat lokasi korban tenggelam, pukul 17.00 WIB pemasangan jaring ikan / doton upaya pencarian korban.
Pukul 17.20 WIB rombongan Fakultas Pilsapat siantar meninggalkan lokasi Air Terjun Situmurun. Pukul 17.45 WIB pencarian dihentikan dan akan dilanjutkan Besok Pagi 12 April 2026 Pukul 08.00 WIB.
“Tim bersama unsur terkait sudah berada di lokasi dan telah melakukan pencarian dengan melakukan penyelaman. Akan tetapi kondisi perairan cukup dalam dan arus di sekitar air terjun cukup keras," jelasnya.
Selain itu, Tim penyelaman dari kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Danau Toba juga sudah melakukan penyelaman hingga kedalaman 40 meter, namun korban hingga malam ini belum jua ditemukan.
"Untuk hari ini, pencarian korban disebut warga Batam, dan masih kuliah di Siantar, dihentikan dikarenakan sudah malam dan besok Bersama Tim Sar Gabungan akan Kembali melakukan pencarian, Untuk itu, mohon doa-nya agar korban bisa cepat ditemukan,”Ucap Erikson. (os/os)

