Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

3 Container Crane Tiba di Pelabuhan Kualatanjung

Tim Redaksi: Rabu, 12 Desember 2018 | 21:58 WIB



BELAWAN - Pembangunan Pelabuhan Kualatanjung Multipurpose Terminal (KTMT) mulai rampung, penyediaan fasilitas sarana dan prasana di pelabuhan internasional terus ditingkatkan.

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 mendatangkan tiga unit Container Crane baru buatan Konecranes Finlandia OY dengan memiliki kapasitas 45 ton, mampu menghandle container dengan kapasitas 20 feet, 40 feet dan 45 feet di Pelabuhan Kualatanjung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Kehadiran alat seharga Rp 150 miliar per unit, merupakan bentuk keseriusan Pelindo 1 untuk meningkatkan pelayanan jasa pelabuhan guna menyerap potensi pasar pelayaran di perairan Selat Malaka.

"Pengadaan tiga Container Crane baru yang menggunakan tenaga listrik. Ini bentuk komitmen perseroan untuk terus meningkatkan layanan kepada pengguna jasa dan meningkatkan kecepatan proses bongkar muat. Untuk pengoperasian penuh mulai awal tahun 2019," ujar Direktur Keuangan PT Prima Multi Terminal, Moedi Utomo, Rabu (12/12).

Sebelumnya, kata Moedi Utomo, pada November lalu Pelindo 1 sudah melakukan uji coba pengoperasian KTMT, harapannya bisa melayani ekspor hingga 600 kontainer setiap minggu.
Pengembangan Pelabuhan Kualatanjung telah ada kerja sama dari perusahaan diantaranya Unilever, Wilmar, dan P&G yang telah berkomitmen untuk melakukan ekspor dengan tujuan ke China, India, dan negara-negara di Asia melalui Pelabuhan Kuala Tanjung.

Untuk saat ini, pngembangan tahap I Pelabuhan Kuala Tanjung berupa pembangunan Terminal Multipurpose berkapasitas 600 ribu TEUs tengah memasuki persiapan akhir dan siap beroperasi melayani arus keluar masuk barang ke seluruh Indonesia dan luar negeri yang dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, perusahaan patungan antara Pelindo 1, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya.

Dalam pelaksanaannya, Pelindo 1 juga telah mendapat izin pengoperasian Dermaga Multipurpose Pelabuhan Kualatanjung  dari Dirjen Perhubungan Laut dan Kepala KSOP Pelabuhan Kualatanjung.

Untuk mendukung kelancaran dan kecepatan kegiatan bongkar muat KTMT, Pelabuhan Kualatanjung telah dilengkapi dermaga 500x60 m, trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch.

Selain itu, Terminal Multipurpose Kualatanjung juga dilengkapi berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih antara lain 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.

Setelah resmi beroperasi, Pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan menjadi hub internasional dan simpul logistik nasional yang mampu menangkap potensi pasar pelayaran di Perairan Selat Malaka yang sangat besar yaitu mencapai 100 juta TEUs per tahun.

“Kami berharap pengoperasian Pelabuhan Kuala Tanjung dapat segera terlaksana sehingga mampu mewujudkan pembangunan ekonomi daerah sesuai program nawacita Pemerintah sekaligus menekan biaya logistik di Indonesia,” tutup Moedi Utomo. (mu-1)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html