Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pemkab Simalungun Peringati Hardiknas Tahun 2018

Tim Redaksi: Kamis, 03 Mei 2018 | 14:22 WIB



Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melaksanakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2018 yang dipusatkan di lapangan SMP Negeri 1 Pamatang Raya, Rabu (2/5/2018).


Pelaksanaan upacara dengan tema "Menguatkan pendidikan, memajukan budaya", sedangkan sub tema yakni "Melalui peran pendidikan karakter, kita bimbing generasi muda mencintai budaya bangsa dan budaya daerah Simalungun".

Peringatan Hardiknas dilaksanakan dalam upacara nasional yang ditandai dengan pengibaran bendera merah putih oleh  tiga orang petugas pengkibar bendera diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Bupati Simalungun diwakili Wakil Bupati Ir H Amran Sinaga MSi bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dan komandan upacara oleh Caesar Dhewa Morgan yang merupakan Siswa SMA Plus Efarina selanjutnya Mixnon Andreas Simamora SIP MSi selaku Kepala Bandan Pendapatan bertindak sebagai perwira upacara nasional (Hardiknas).

Sementara untuk pembaca Pembukaan UUD 1945 dilaksanakan salah seorang guru SMA Negeri Raya, Revilson Purba.


Ir H Amran Sinaga MSi membacakan pidato tertulis Menteri pendidikan dan kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, mengatakan bahwa kondisi ideal pendidikan dan kebudayaan nasional yang kita cita-citakan masih jauh dari jangkauan.

Kita masih terus berusaha keras memperluas akses pendidikan yang berkualitas, terus menerus menerus mengalibrasi praktik pendidikan agar memiliki presisi atau ketelitian yang tinggi, sesuai dengan tuntutan masyarakat, lapangan pekerjaan dan kebutuhan pembangunan. Kita terus menggali kekayaan budaya Indonesia, melestarikan dan mengembangkannya demi terwujudnya Indonesia yang benar benar adikuasa dibidang kebudayaan.

Dalam UU Nomor 5 tahun 2017 antara lain mengamatkan bahwa pemajuan kebudayaan memerlukan langkah strategis berupa upaya upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dan kebudayaan.

Selanjutnya dikatakan bahwa, pemerintah telah bekerja keras serta membangun dan memperkuat infrastruktur yang dapat menjadi sabuk pengikat pendidikan dan kebudayaan dalam ke-Indonesia-an, diantaranya pengembangan sarana transportasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Disamping itu, pembangunan sekolah baru di pedalaman untuk anak anak agar lebih nikmat dan nyaman dalam pendidikan. Kedepan pemerintah akan memberikan prioritas pembangunan infrastruktur pada daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) agar wilayah wilayah tersebut terintegrasi dan terkoneksi dalam layanan pendidikan dan kebudayaan.

Penguatan  karakter dan literasi warga negara merupakan bagian penting yang menjadi ruh dalam kinerja pendidikan dan kebudayaan, yang memerlukan pelibatan semua komponen bangsa, sebagaimana KI Hajar Dewantara menempatkan hal ini dalam Tripusat pendidikan yakni sekolah, rumah dan masyarakat, salah satunya bentuk penguatannya adalah keluarga.

Guru, orang tua dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan unuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan larakter dan literasi anak anak Indonesia.

Lebih lanjut Mendikbud mengatakan bahwa selain pendidi formal yang telah berhasil mendidikan lebih dari 40 juta anak, pendidikan nonformal juga telah banyak memberikan andil dalam mencerdaskan bangsa. Pendidikan harus dilaksanakan.

Tampak hadir dalam kegiatan itu antara lain Ketua DPRD, Mewakil FKPD, Sekda, Staf Ahli Bupati, Asisiten, pimpinan OPD, para guru, perwakil yayasan Unefa. Untuk perserta upacara terdiri dari barisan PNS, Satpol PP, Mahasiswa Unefa, Pramuka, pelajar TK, SD, SMP dan SMA.(JS)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait