Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Listrik Kampus Diputus PLN, Mahasiswa AMIK MBP Gelar Unjuk Rasa di DPRD Sumut

Tim Redaksi: Senin, 09 April 2018 | 13:31 WIB


Nasib kuliah seribuan mahasiswa Politeknik dan AMIK MBP terancam akibat sambungan arus listrik ke kampus mereka diputuskan oleh PLN sejak Jumat (6/4/2018) lalu.

Pemutusan tersebut terkait dengan adanya tunggakan pembayaran iuran yang nilainya mencapai Rp 565 juta.

Akibat dari pemutusan listrik tersebut, hari ini, Senin (9/4/2018) para mahasiswa itu menggelar aksi unjuk rasa ke DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan.

Mereka datang bersama organisasi Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Sumut menuntut agar arus listrik kembali disambung agar proses perkuliahan tetap berlangsung.

Disebutkan, pasal pemutusan sambungan listrik oleh PLN adalah pemasangan sebuah bola lampu di luar meteran yang telah berlangsung beberapa lama. Bola lampu terpasang di sekitar gedung Politeknik.

Dengan alasan tersebut kemudian MBP dituding mencuri arus listrik. Dijelaskan perwakilan mahasiswa saat berdialog dengan sejumlah anggota DPRD Sumut, sejak Desember tahun lalu sesungguhnya pihak yayasan pengelola kampus sudah diingatkan soal tunggakan pembayaran listrik. Akan tetapi belum kunjung diselesaikan.

Puncaknya adalah pada Kamis lalu dimana PLN memutus secara total sambungan listrik, baik ke Politeknik maupun AMIK. 

"Tolong kami dibantu, Pak, bukan kami tidak mau bernegosiasi dengan PLN. Sambung kembali arus listrik di kampus AMIK agar proses belajar mengajar tetap berlangsung sementara negosiasi penyelesaian tetap dilakukan," ujar Ketua Dewan Pembina Pospera Sumut, Nicodemus Sitanggang.

Sementara, Anggota DPRD Sumut, Muhrid Coki Nasution yang memimpin dialog bersama mahasiswa dan Pospera menyatakan kesediaannya mendampingi pihak mahasiswa dan yayasan bertemu dengan pihak PLN Area Medan.

Selain itu, dia akan membantu komunikasikan soal pemutusan sambungan listrik pimpinan PLN wilayah Sumut.

"Saya bersedia mendampingi bertemu dengan pihak PLN besok Selasa (10/4/2018) agar ada titik temu penyelesaian masalah ini," ujar Muhrid. (ril)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait