Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Demo Jalan Berujung Konflik di Kuala Langkat, 1 Orang Ditikam

Tim Redaksi: Senin, 12 Februari 2018 | 11:45 WIB


Ratusan masyarakat Desa Namo Mbelin, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, berbondong-bondong turun ke jalan.

Sembari membakar ban, mereka berusaha menghentikan mobil truk yang melintas disana.

Kemarahan warga semakin memuncak sesaat salah satu simpatisan mereka ditikam oleh orang tak dikenal (OTK), Senin (12/2/2018).

Informasi dihimpun dari beberapa masyarakat, awalnya demo berjalan lancar. Dimana hanya puluhan warga saja yang terlibat untuk menghentikan truk sejak Minggu (11/2/2018) kemarin.

Penghentian mobil sendiri didasari supir truk hanya memberikan uang kepada salah satu ormas. Padahal, pemuda setempat disana yang memperbaiki jalan rusak. 

"Mulai dari kemarin demonya bang. Demo ini didasari karena supir truk tidak memperhatikan masyarakat setempat. Abang bayangkan saja, kami yang bekerja, kok orang lain yang mengutip hasilnya," kata Andi Surbakti.


Tentunya hal ini membuat masyarakat menjadi kesal. Hingga mereka melakukan pertemuan disalah saru warung. Merekapun akhirnya mengambil keputusan untuk menggelar aksi. Dan malam itu juga sekitar pukul 23.00 WIB, warga menghentikan truk yang melintas.

"Ya kami berhentikan sajalah truknya bang," sebut dia diamini beberapa warga. 

Sayang, penghentian itu ternyata mengundang perhatian salah satu ormas. Puluhan anggota ormas yang melakukan pengutipan terhadap supir truk inipun mendatangi warga yang berdemo. Sempat terjadi cekcok mulut antar ormas dan masyarakat. Hingga akhirnya berujung penikaman yang menimpa Dedek alias Gogon (23).

"Mereka datang ramai, mereka mencoba membubarkan kami. Hingga akhirnya salah satu kawan kami ditikam oleh orang yang kami duga rekan mereka," timpal Rudi.

Hal ini tentunya membuat warga semakin beringas. Anggota ormas yang coba menghentikan merekapun dikejar dan membuat anggota ormas ini kabur.

Beruntung, pihak kepolisian Polsek Kuala dibantu Babinsa Koramil Kuala dan Camat Kuala, berhasil menenangkan warga. Perwakilan wargapun melakukan pertemuan guna mencari solusi.

"Kami sempat melakukan pertemuan, inti dari pertemuan itu, kami minta agar pengusaha galian C bertemu dengan kami (perwakilan masyarakat). Selain itu, kami minta agar pelaku penikaman diamankan," tegas masyarakat disana yang hingga kini masih melakukan aksi demo dengan membakar ban.

Terpisah Kapolres Langkat AKBP Dede Rojuddin melalui Kasubag Humas AKP Arnol Hasibuan mengakui, kalau sejauh ini pihak kepolisian dan kecamatan serta masyarakat sedang melakukan mediasi untuk mencari jalan keluar.

"Malam kemarin demonya, hari ini sudah dimediasikan kok," tegas AKP Arnol, sembari mengakui akan melakukan cek kembali ke lapangan. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait