
Jalan rusak di Desa Siantar Dangsina, warga minta pemkab Toba segera perbaiki. (Mol/umri)
TOBA | Kondisi jalan menuju Dusun III dan Kantor Desa Siantar Dangsina, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba, mengalami kerusakan cukup parah. Warga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba segera melakukan perbaikan karena jalan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain menghubungkan kawasan permukiman dengan Kantor Desa Siantar Dangsina, ruas jalan tersebut juga menjadi salah satu jalur penghubung Kecamatan Siantar Narumonda dengan Kecamatan Silaen.
Pantauan media di lokasi, Kamis (3/9/2026), menunjukkan kondisi badan jalan yang memprihatinkan. Sejumlah bagian aspal telah mengelupas dan permukaan jalan tidak lagi mulus sehingga menyulitkan pengendara, terutama saat melintas menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Warga Desa Siantar Dangsina, Rudi Marpaung, 53, mengatakan kondisi jalan tersebut sudah cukup membahayakan keselamatan pengguna jalan. Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah perbaikan sebelum kembali terjadi kecelakaan.
“Kalau berkendara kita harus hati-hati melewati jalan ini. Beberapa tahun lalu sudah ada dua orang yang menjadi korban jiwa di jalan ini. Selain itu, seorang perangkat desa juga pernah jatuh saat berkendara dan mengalami patah tulang. Sampai kapan jalan ini harus menunggu diperbaiki?” ujar Rudi.
Menurut Rudi, Pemkab Toba melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) perlu turun langsung melihat kondisi ruas jalan tersebut. Ia berharap kerusakan yang dinilai sudah cukup parah dapat menjadi perhatian pemerintah.
Sebelumnya, pada Kamis (27/8/2026), Dinas PUTR Kabupaten Toba bersama pelaksana kegiatan telah melakukan pengukuran terhadap ruas jalan yang akan dikerjakan untuk pengaspalan, yakni jalur Lumban Tala menuju Lumban Pintor.
Namun, informasi tersebut mendapat sorotan dari sebagian warga karena ruas jalan menuju Dusun III dan Kantor Desa Siantar Dangsina yang dinilai lebih membutuhkan penanganan justru belum menjadi prioritas.
Warga Dusun III, Guna Sihotang, 50, mengaku kecewa jika ruas jalan yang mengalami kerusakan parah tidak segera mendapat perhatian.
“Kenapa jalan di Dusun III tidak diprioritaskan pembangunannya? Harus berapa korban lagi yang jatuh di jalan ini?” kata Guna.
Kepala Desa Siantar Dangsina, Edison Marpaung, membenarkan adanya keluhan warga terkait kondisi jalan tersebut. Ia berharap Pemkab Toba memberikan perhatian serius terhadap akses jalan yang setiap hari digunakan masyarakat.
Menurut Edison, berdasarkan informasi yang diterimanya, ruas jalan yang akan dikerjakan nantinya bukan merupakan bagian jalan yang mengalami kerusakan paling parah. Pengukuran terhadap ruas yang akan dikerjakan juga telah dilakukan.
“Jalan desa menuju Dusun III dan Kantor Desa kalau tidak segera diperbaiki dikhawatirkan akan menambah korban. Apalagi saat musim hujan, kendaraan roda empat sangat sulit melintas dan harus menggunakan rute lain untuk menghindari jalan ini,” ujar Edison.
Ia berharap Pemkab Toba segera melakukan perbaikan terhadap ruas jalan tersebut. Selain menjadi akses masyarakat, jalan itu juga dinilai penting karena menjadi salah satu penghubung antarwilayah kecamatan serta jalur bagi warga untuk mengangkut hasil bumi dari Desa Siantar Dangsina.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan peninjauan dan pengukuran, tetapi segera merealisasikan perbaikan agar akses masyarakat kembali aman dan nyaman untuk dilalui. (Umri)
