Kru metro online saat melakukan wawancara kepada tiga pengurus kelompok tani di pangkalan Berandan (Poto :mol/mp)
LANGKAT | Ketua kelompok tani di Kecamatan Babalan membantah isu kalau mereka memberikan imbalan berupa uang kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Kabupaten Langkat, demikian dikatakan Jakin Nababan selaku ketua kelompok tani Tunas Baru kamis (3/9/2026).
Dia membenarkan menerima bantuan alsintan berupa traktor roda empat beberapa bulan lalu, namun dia tidak pernah memberikan imbalan dalam bentuk apapun termasuk bentuk uang, "saya tidak pernah memberikan apapun kepada Dinas Pertanian Langkat.
Dan saya tidak pernah memperjual belikan bantuan pemerintah atau memindah tangankan bantuan pemerintah kepihak manapun seperti isu yang beredar baru-baru ini.
"Alsintan berupa traktor roda empat yang saya terima sebagai bantuan dari pemerintah masih ada sama saya, dan yang memakai nya saat ini adalah keponakan saya" ucap Jakin Nababan.
Hal serupa dikatakan Jhonpiter Siburian selaku ketua kelompok tani Sabardo yang berkedudukan di Desa Securai selatan, Kecamatan Babalan menegaskan kalau ketua kelompok tani penerima manfaat bantuan alsintan tidak pernah memberikan imbalan uang kepada Dinas Pertanian Langkat.
Seperti isu yang beredar saat ini menyebutkan kalau beberapa kelompok penerima manfaat bantuan alsintan berupa traktor roda empat menyebut kalau ketua kelompok memberikan uang kepada Dinas Pertanian sebesar 80 juta itu sangat tidak benar, sebut Jhonpiter Siburian.
Dia mengaku telah beberapa kali menerima bantuan alsintan dari pemerintah, namun dirinya tidak pernah memberikan imbalan dalam bentuk apapun termasuk uang kepada pihak dinas Pertanian Kabupaten Langkat.
Dan ketika serah terima alsintan tersebut antara ketua kelompok tani dengan pihak pemerintah, diberita acara tersebut telah tertuang kalau ketua kelompok tani tidak ada memberikan imbalan atau uang, dan sebaliknya pihak pemerintah yang merupakan Dinas Pertanian dan ketahanan pangan Langkat tidak ada menerima imbalan dalam bentuk apapun dari masing-masing ketua kelompok tani penerima bantuan alsintan, dan surat tersebut ditandatangani masing masing serta dibubuhi stempel kelompok tani.
"Dia mengajak seluruh ketua kelompok tani di teluk Aru agar jangan membuat statemen dengan memecah belah dengan isu imbalan uang, marilah kita berpikir dan berbuat secara positif untuk membangun. Pertanian padi kita agar kedepan dapat meningkatkan produksi dan jangan saling menjatuhkan, terang Jhonpiter Siburian.
Kepala Dinas Pertanian Langkat, Hendrik Tarigan, menegaskan kalau isu imbalan uang tersebut tidak benar, dan jika ada isu kurang sedap yang mengatas namakan Dimas Pertanian itu tidak benar adanya.
"Kami pastikan kalau semua ketua kelompok tani penerima bantuan dari pemerintah tidak ada memberikan imbalan dalam bentuk apapun kepada Dinas Pertanian Langkat, sembari mengatakan seluruh ketua kelompok tani bersedia memberikan keterangan kalau isu tersebut tidak benar.jelas Hendrik Tarigan.(mp/mp)

