Terlihat beberapa siswa yang sedang mengenakan seragam.bati.tanpa atribut sekolah bagai anak layaknya anak di sekolah lain (Poto : mol/mp/27/8/2026)
LANGKAT | Seorang ibu berusia hampir paruh baya terpaksa pindahkan anak nya yang masih duduk dibangku kelas IV SDN 057229 Tangkahan Meranti Kecamatan Berandan Barat Kabupaten Langkat menimba ilmu di sekolah ke agama an Simpang pangkalan susu.
Pemindahan anak yang masih duduk dibangku kelas IV sekolah dasar tersebut harus dilakukan dikarenakan para oknum guru kelas karaoke an disaat jam belajar di kantor sekolah usai oknum guru menyuruh salah seorang siswa menulis dipapan tulis.
Selain itu ada juga guru kelas main tiktok saat siswa/i duduk dibangku masing-masing mengikuti proses belajar, ucap sumber metro online kamis (27/8/2026).
Meski orangtua siswa telah banyak mengetahui tentang oknum guru yang karaokean dan tiktokan di jam belajar, namun orangtua siswa tersebut lebih memilih diam tanpa tindakan apapun.
Selain itu kata sumber, kakak kandung kepala sekolah SDN 057229 tangkahan Meranti yang tinggal di rumah dinas sekolah dan yang tidak ada sangkut paut tugas sekolah kerap melakukan perintah setiap hari kepada siswa/i agar melakukan pengutipan sampah dilingkungan pekarangan sekolah.
"Itukan tugas honor kebersihan sekolah dan penjaga sekolah, itu bukan tanggung jawab siswa/i, lain halnya jika sampah didalam ruang belajar maka itu tanggung jawab siswa" ucap sumber.
Masyarakat meminta agar kepala dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Langkat menindak tegas kepala sekolah SDN 057229 tangkahan Meranti serta para guru yang diduga sudah tidak peduli lagi terhadap masa depan anak bangsa.
"Berikan tindakan tegas kepada para oknum guru yang tiktokan serta karaokean saat jam belajar, kami warga tidak butuh guru yang tidak ber akhlak dan bermental rusak" ucap warga yang merupakan sumber metro online.
Warga juga meminta agar kepala dinas P dan P Langkat dan Bupati Langkat memecat dari jabatan serta dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) kepala sekolah yang telah merampas kemerdekaan anak bangsa yang menimba ilmu.
Sekedar mengingatkan kalau pengutipan uang 200 ribu rupiah dari siswa/i untuk pembelian seragam olahraga, baju kemeja batik dan atribut sekolah, Selin itu ada juga kutipan uang sebesar 20.000 rupiah dari siswa/i yang akan mengurus berkas agar siswa/i tersebut mendapat bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), jelas sumber.
Terpisah, kepala SDN 057229 Tangkahan Meranti Bobby Rachman tidak berada di kantor sekolah, "saya honor yang masih dua bulan bekerja pak, kalau mau tanya sesuatu ke kepala sekolah saja besok" ucap salah seorang yang mengaku honorer.
Di coba konfirmasi melalui sambungan telepone dengan nomor 0813 6244 3xxx handpone aktif namun tidak ada jawaban, sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Bobby Rachman.
Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas P d P Kabupaten Langkat, Muhammad Fazar Kurniawan "Nanti saya cek dulu" ucap Fazar singkat melalui sambungan telepone sembari mengatakan kalau dirinya sedang rapat.(mp/mp).


