-->

Guru Sering Pulang ke Rumah di Jam Belajar, Murid SD Negeri Ini Kebingungan Mau Belajar

Sebarkan:

SD Negeri 176338 Sosorganjang Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara. (foto: david/mol)

SIPAHUTAR |
Oknum guru berinisial BR yang merupakan tenaga pengajar berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di SD Negeri 176338 Sosorganjang Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara sedang mendapat sorotan dan menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan sekolah dan para wali murid.

Metro Online melakukan penelusuran dan sekaligus investigasi berdasarkan adanya aduan warga dan orang tua siswa. Mereka mengatakan, oknum pengajar tersebut memang rajin datang pagi ke sekolah. Akan tetapi sering pulang ke rumah pada saat jam mengajar sekitar pukul 8 atau 9 tanpa ada pemberitahuan.

Selidik punya selidik, belakangan ini BR pun sering didampingi istrinya ketika ke sekolah. ”Kasihan muridnya tidak ada yang mengajari. Masa depan mereka jadi korban. Selain itu kami juga menerima aduan yang sama dari orang tua siswa,” ujar salah seorang guru di sekolah tersebut yang memohon namanya tidak disebutkan di media.

Ketika hal ini ditanyakan kepada Kepala Sekolah SD Negeri 176338 Sosorganjang, Hirim Silitonga, tak menampiknya. Katanya, sudah tiga kepala sekolah berganti hingga sekarang dijabat olehnya, namun tidak ada yang bisa berbuat apa-apa.

“Saya yang menjadi kepala sekolah saat ini juga tidak dapat berbuat apa – apa. Karena SK dia (BR) memang sah untuk mengajar. Kurang lebih sudah 4 tahun dia mengalami sakit,” keluh Hirim Silitonga.

Disinggung apakah pihak sekolah ada membuat laporan kepada Dinas Pendidikan terkait persoalan ini, Hirim mengaku sudah menyampaikannya. Sebab katanya, Koordinator Wilayah (korwil) Kecamatan Sipahutar sering melakukan kunjungan ke sekolah, sehingga hal itu sudah disampaikan murid termasuk orang tua, namun tidak ada respon karena memang guru tersebut kurang sehat.

”Saya bingung harus melapor kepada siapa. Pernah saya tegur dengan cara halus, tapi saya malah dibentak. Demi menjaga nama baik sekolah dan stabilitas belajar mengajar, terpaksa saya masukkan guru pengganti untuk kelas 3,” lanjutnya.

Ditemui di sekolah itu, seorang murid kelas 3 membeberkan, BR malah terkadang tidur di kelas. Sehingga para pelajar tidak tahu mau belajar apa.

Korwil Kecamatan Sipahutar, Barton Panjaitan yang bertugas melakukan pengawasan sekaligus mengkoordinir P3K di bawah Dinas Pendidikan Taput, kepada Metro Online menyebutkan, sebenarnya BR sehat secara medis.

“Memang ada surat keterangan dari rumah sakit yang mengatakan dia (BR-red) sehat jasmani dan rohani. Memang kondisinya lagi dalam berobat jalan, tetapi masih mampu mengajar. Jadi kenapa tidak kita berikan kesempatan?” ungkapnya.

Redaksi belum berhasil mewawancarai BR. Namun informasi yang didapat dari warga dan orang tua murid, BR pernah dilaporkan secara tertulis oleh warga ke Dinas Pendidikan, namun sampai sekarang belum ada tindakan.(

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini