![]() |
| Anggota DPRD Tebingtinggi Hiras Gumanti Tampubolon. (Mol/Ist) |
Menurut Hiras, batalnya kegiatan Umat Kristiani tersebut bukan semata-mata kesalahan Pemko Tebingtinggi.
Hiras mengatakan, Pemko Tebingtinggi selalu menampung anggaran untuk perayaan Paskah Oikumene dan Natal Oikumene setiap tahunnya.
"Hanya saja kita tidak tau kenapa Paskah 2026 ini tidak dirayakan," ujar Hiras dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Hiras menyarankan kepada Pemko Tebingtinggi melalui Bagian Kesra agar kedepannya mengundang seluruh pihak yang menginginkan perayaaan itu berlangsung.
"Masukan kepada Kesra kedepan, dua bulan sebelum perayaan itu dimulai sebaiknya mengundang para pendeta, pastor, ormas Kristen dan lainnya agar duduk bersama membicarakannya," katanya.
Hiras menjelaskan, anggaran Paskah Oikumene ada namun tidak terlaksana. Menurutnya, pasti ada hal-hal yang tidak cocok.
"Jadi untuk menyelesaikannya, sebaiknya duduk bersamalah semua," jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan yang menjabat sebagai Ketua Komisi 1 DPRD Tebingtinggi ini menegaskan Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih tidaklah salah karena anggaran Paskah 2026 sudah diakomodir.
"Undanglah semua tokoh-tokoh Kristen baik pendeta maupun pastor untuk duduk bersama agar diketahui dimana permasalahannya dan kegiatan berlangsung sukses. Tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan asalkan dibicarakan dengan kepala dingin," ujar Hiras. (Sdy/Sdy)

