-->

Djor Parliman Apresiasi Perubahan Nama Yon TP 906 dan 908

Sebarkan:

Momen pertemuan perwakilan masyarakat suku Pakpak dengan Dandim 0206 Dairi. (mol/dok).

MEDAN | Terwujudnya perubahan nama Yon TP 906 dan 908 merupakan salah satu bukti kesepahaman antara TNI AD dan suku Pakpak selaku pemangku hak ulayat di Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat, Rabu (13/5/2026).

"Atas keberhasilan itu, kami memberi apresiasi kepada semua pihak yang terlibat," kata Ketua Djor Parliman, Ali Husen Sambo melalui Sekertaris Rustam Effendi Maha.

Upaya untuk merubah nama dua institusi TNI AD itu diawali secara bersama oleh elemen masyarakat dan pemangku adat Suku Pakpak Silima Suak yang kemudian didukung Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dan Dairi serta Komando Distrik Militer 0206 Dairi.

"Semoga ini menjadi tonggak awal untuk menghidupkan semua kearifan lokal dan jati diri suku Pakpak khususnya di Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat," ujarnya.

Sebelum diubah, Yon TP 906 bernama Sanalenggam dan Yon TP 908 bernama Gajah Dompak. 

Belakangan, nama tersebut dinilai tidak sesuai dengan kearifan lokal masyarakat suku Pakpak dan setelah melalui serangkaian proses nama dua institusi itu disepakati diubah menjadi Yon TP 906 Pakalima dan Yon TP 908 Pertaki.

"Hal yang membanggakan lagi, disetujuinya senjata khas suku Pakpak yakni Lengger dan Andar menjadi lambang dari dua kesatuan tersebut," jelas Rustam.

Berita acara kesepakatan perubahan nama itu ditandatangani perwakilan suku Pakpak Selima Suak yakni Ahmad Padang, Ali Husen Sambo dan Khairul Kudadiri.

"Kami hadir untuk mengikuti panggilan hati dan sejarah suku Pakpak serta amanat suci leluhur," pungkasnya. (red/REM).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini