![]() |
Kelurahan Pelita menggelar mediasi dan klarifikasi antara kepala lingkungan dengan warga yang bersangkutan, Minggu (5/4/2026) hari ini. (Mol/Sdy) |
Pihak Kelurahan Pelita menggelar mediasi dan klarifikasi antara kepala lingkungan dengan warga yang bersangkutan, Minggu (5/4/2026) hari ini.
Dalam kegiatan tersebut, warga dan kepala lingkungan dipertemukan pada pukul 09.00 WIB tadi di Kantor Lurah Pelita.
Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Camat Bajenis Ary Miranda, Lurah Pelita Manahan Pardede, Kepala Lingkungan Fendi, Pendamping PKH serta warga yang bersangkutan, Saprida Yanti.
Lurah Pelita Manahan Pardede mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk mengonfirmasi dan meluruskan informasi yang beredar di publik terkait permasalahan antara warga bernama Saprida Yanti dengan Fendi selaku kepala lingkungan.
Manahan menjelaskan persoalan tersebut terjadi akibat adanya miskomunikasi di antara kedua belah pihak.
Dia menjelaskan miskomunikasi berawal dari laporan warga Saprida Yanti tak menerima undangan yang terdata layak dapat.
"Saya kroscek dan saya sampaikan ibu dapat tapi besok aja datang dan tak kemana-mana bantuan ibu, karena waktu pembagian kan ada lima hari," ujarnya.
Namun, hingga beberapa hari Yanti tidak hadir dikarenakan kesibukannya, hingga berita ini disebarkan di media sosial.
Saat dikonfirmasi, Kepala Lingkungan Fendi membantah tuduhan yang beredar dan menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.
"Saya tidak memiliki permasalahan secara pribadi dengan Ibu Yanti. Selain itu, saya tidak mengenal Ibu Yanti. Pada saat itu saya sedang sibuk dengan pekerjaan, sehingga tidak sempat membagikan undangan tersebut. Secara pribadi, saya menyampaikan permohonan maaf kepada Ibu Yanti," ujarnya.
Camat Bajenis Ary Miranda menjelaskan, kedua belah pihak telah dimediasi dan sudah bertemu untuk menyampaikan kronologis kejadian dari awal.
"Kepala lingkungan juga telah menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penyerahan undangan penerimaan bantuan pangan tersebut. Proses mediasi berlangsung dengan aman, tertib, dan dalam suasana kekeluargaan di kantor lurah," ujar Ary.
"Kami di Kecamatan Bajenis berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," sambungnya.
Oleh karena itu, kata Ary, segala bentuk kritik, saran, dan masukan dianggap sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap pelayanan publik yang diberikan.
"Hal ini juga menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depannya," katanya. (Sdy/Sdy)

