-->

Pesawat Tempur Rafale Lintasi Langit Kota Padangsidimpuan, Sempat Hebohkan Warga

Sebarkan:

 

Pesawat tempur Rafale. (MOL/ dassault aviation)

PADANGSIDIMPUAN | Pesawat Tempur Rafale milik TNI Angkatan Udara (AU) sempat terlihat melintasi langit Kota Padangsidimpuan. Pemandangan mendadak itu sempat menghebohkan warga dan menjadi pusat perhatian saat menjejaki langit sekitar pukul 16.30.WIB, Rabu (1/4/2026).

Amatan wartawan langsung di lapangan, situasi Kota Padangsidimpuan awalnya pada saat itu tenang. Tanpa disadari suara gemuruh seperti petir tiba-tiba menyambar di telinga terdengar di atas langit Kota Padangsidimpuan seketika.

Rahmad, salah satu warga Kota Padangsidimpuan mengatakan, ia sangat kaget tiba-tiba ada suara gemuruh  menyambar seperti petir dan sangat menyeramkan di atas langit.

"Jelas sangat kaget. Dan bukan saya saja. Banyak juga orang yang keluar rumah gara-gara suara gemuruh itu dan bertanya-tanya itu yang lewat apa dan kenapa tiba-tiba lewat dari sini," ungkap Rahmad kepada metro-online.co, Sabtu (4/4/2026).

Akibat banyaknya warga yang mendengar suara gemuruh tersebut, sempat menjadi perbincangan hangat dan jadi pembahasan sampai ke media sosial.

Terpisah, menanggapi hal tersebut Kapten Kal TNI AU Yong Lie Purba mengatakan, pesawat tempur Rafale milik TNI AU sedang melakukan uji coba.

"Pesawat Rafale milik TNI AU yang terbaru buatan Prancis sedang melakukan uji coba, low approach di Bandara Raja Sisingamangaraja XII Silangit menuju Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau," jelas Kapten Kal Yong Lie Purba kepada metro-online.co.

Dalam dunia penerbangan, low approach atau pendekatan rendah adalah prosedur di mana pesawat terbang mendekati landasan pacu (runway) untuk mendarat, tetapi tidak melakukan pendaratan atau tidak menyentuh landasan lalu langsung naik kembali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kru media ini dari berbagai sumber, Tiga unit pesawat tempur Rafale buatan Dassault Aviation, Perancis, telah tiba di Tanah Air dan mendarat di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau pada Januari 2026.

Hal ini salahsatu modernisasi alat utama sistem persenjataan atau alutsista TNI Angkatan Udara memasuki babak baru. Ketiga pesawat tempur generasi 4.5 tersebut merupakan pengiriman tahap pertama (batch 1) dari total 42 unit yang dipesan Indonesia. 

Pesawat tempur Rafale diproyeksikan memperkuat Skadron Udara 12 yang berbasis di Pekanbaru, satu lokasi strategis yang menjadi garda terdepan pertahanan udara di wilayah barat Indonesia.

Tidak itu saja, suara jet tempur Dassault Rafale dikenal sangat sangar, nyaring, dan menggelegar, itu sebabnya saat melintasi langit Kota Padangsidimpuan terdengar bergemuruh. (Syahrul/ST).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini