JAKARTA UTARA | Dari sebuah kandang kambing sederhana, semangat besar tentang masa depan lahir di lingkungan SMK Pangeran Wijayakusuma, Penjaringan, Jakarta Utara. Sosok di balik semangat itu adalah Ficky Saputra, S.Kom, guru yang tidak hanya mengajar teori di kelas, tetapi juga menghadirkan teladan nyata tentang arti kerja keras dan keberanian memulai usaha.
Dari kandang kambing, Guru SMK Pangeran Wijayakusuma Penjaringan menyalakan mimpi wirausaha siswa.(Foto: istimewa/mol)
Di sela kesibukannya sebagai pendidik, Ficky konsisten mengembangkan usaha peternakan kambing yang ia rintis dengan penuh ketekunan. Usaha tersebut perlahan menjadi inspirasi hidup bagi para siswa. Dari aktivitas sederhana memberi pakan, merawat ternak, hingga mengelola penjualan, siswa belajar bahwa peluang usaha bisa tumbuh dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Bagi Ficky, pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga bagaimana menanamkan keberanian kepada siswa agar mampu berdiri di atas kaki sendiri setelah lulus.
“Saya ingin anak-anak punya mimpi besar dan berani memulainya dari sekarang. Kalau dari sekolah mereka sudah belajar usaha, setelah lulus mereka punya bekal untuk hidup mandiri bahkan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Ficky Saputra, S.Kom.
Secara tidak langsung, Ficky menekankan bahwa pengalaman berwirausaha sejak sekolah akan menjadi bekal penting agar siswa lebih siap menghadapi dunia kerja dan kehidupan nyata.
Inspirasi dari kandang kambing itu pun benar-benar menyalakan mimpi salah satu siswanya, Gagah Rizky fahrezi. Berawal dari sering mendengar kisah perjuangan gurunya, Gagah memberanikan diri memulai usaha kecil sambil tetap fokus menyelesaikan pendidikan di sekolah.
“Dari Pak Ficky saya belajar bahwa usaha tidak harus menunggu lulus. Selama ada niat dan mau belajar, kita bisa mulai dari sekarang. Itu yang membuat saya berani mencoba berwirausaha,” kata Gagah Rizky Fahrezi
Semangat Gagah kemudian menjadi inspirasi baru bagi teman-teman seangkatannya. Banyak siswa mulai tertarik mencoba usaha kecil, mulai dari jualan online, makanan ringan, jasa digital, hingga peternakan sederhana. Lingkungan sekolah pun perlahan tumbuh menjadi ruang yang subur bagi lahirnya jiwa-jiwa entrepreneur muda.
Kisah Ficky Saputra menunjukkan bahwa inspirasi besar tidak selalu lahir dari ruang seminar atau teori bisnis, tetapi bisa tumbuh dari kandang kambing yang dikelola dengan kesungguhan. Dari sanalah siswa belajar tentang mimpi, proses, dan keberanian mengambil langkah.
Melalui sosok guru yang humanis dan inspiratif ini, SMK Pangeran Wijayakusuma terus menyalakan harapan agar para lulusannya tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menjadi pencipta peluang bagi dirinya dan orang lain.(rel/js)

