![]() |
| Polisi melakukan olah TKP di puing kebakaran. (mol/ist). |
SIMALUNGUN | Dalam satu hari, dua peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Simalungun dan mengakibatkan kerugian mencari ratusan juta rupiah, Kamis (5/2/2026).
Kebakaran pertama terjadi di Huta 2 Nagori Raja Maligas I, Kecamatan Hutabayu Raja yang merupakan wilayah hukum Polsek Tanahjawa, Selasa (3/2/2026) sekira pukul 19.30 WIB.
Api melalap rumah semi permanen milik Nursaida boru Tampubolon, 76, dan merambat ke dua rumah di sebelah kiri dan kanan milik Relly Sitanggang dan Mohammad Irfan.
Kapolsek Tanahjawa Kompol Banuara Manurung mengatakan, kebakaran bermula dari kamar tidur korban.
“Korban sedang beristirahat, lalu terbangun karena melihat percikan api di dalam kamar. Api cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya,” kata Kapolsek.
Akibat kebakaran itu korban mengalami kerugian sekitar Rp150 juta dan tidak ada korban jiwa.
Kebakaran kedua terjadi pada hari yang sama di Dusun III Simpang Sosor, Nagori Saribu Jawa, Kecamatan Dolok Panribuan sekira pukul 23.10 WIB.
Kebakaran menghanguskan satu unit Gereja GPdI Betlehem, satu unit bangunan gereja lama, satu unit gedung TK/PAUD Betlehem, serta satu unit mobil minibus Carry milik Pdt. Hotmarisi Fernon Pakpahan.
Kapolsek Dolok Panribuan Iptu Ponijan Damanik menjelaskan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Inafis Polres Simalungun, kebakaran diduga dipicu oleh api dari kompor masak yang menyambar tabung gas hingga terjadi ledakan.
“Api berasal dari ruang dapur sekolah TK gereja. Tabung gas meledak dan memicu kobaran api yang membakar bangunan gereja, TK, dan mobil,” ujar Iptu Ponijan.
Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa namun kerugian materil diperkirakan mencapai Rp400 juta.
Terpisah, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang mengaku keprihatinan atas rentetan peristiwa kebakaran tersebut.
Polisi berpangkat dua bunga melati menjelaskan kebakaran dipicu oleh faktor kelalaian dan masalah teknis, seperti korsleting listrik dan penggunaan tabung gas yang tidak aman.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Simalungun agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang berasal dari instalasi listrik dan tabung gas di rumah maupun tempat ibadah,” katanya. (rel/REM).

