-->

Jangan Ada Dusta di Antara Kita, Forwakum Sumut Beri Cendera Mata kepada Dr Ali Rizza

Sebarkan:

Ketua Forwakum Sumut Aris Rinaldi Nasution (kiri atas) saat menyerahkan cendera mata berupa plakat kepada Dr Mochamad Ali Rizza dan foto bersama awak media tergabung dalam Forwakum Sumut. (mol/roberts)

MEDAN | Di balik karakternya kalem alias irit ngomong, sosok Dr Mochamad Ali Rizza SH MH merupakan salah seorang figur mencemaskan bagi mereka yang berani bermain-main dengan keuangan/perekonomian negara.

Sejak dilantik menjadi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Rabu lalu (26/10/2022), sejumlah pejabat/staf maupun mantan pejabat di dunia pendidikan, unsur pemerintahan daerah hingga swasta terkait tindak pidana korupsi ‘disekolahkan’ di Rumah Tahanan Negara (Rutan) maupun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan.

Pantauan Metro-Online.Co, selama 3 tahun dan 3 bulan memimpin penyidikan dan penuntutan, belum satupun terdakwa perkara tipikor berakhir vonis lepas maupun bebas di Pengadilan Tipikor Medan.

Sejumlah pejabat/staf maupun mantan yang pernah disidik antara lain, mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Dr Saidurrahman dan kawan-kawan (dkk).

Perkara tipikor tanpa hak menguasai aset negara, dalam perkara a quo, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut melibatkan Johan Evandy Rangkuty, anak mantan Wali Kota Medan H Agus Salim Rangkuty bersama dua lainnya (berkas terpisah).

Kemudian sejumlah tersangka perkara tipikor lainnya yang bakal disidangkan di Pengadilan Tipikor Medan. Tercatat nama mantan Kadis Koperasi UKM Perindag Kota Medan Benny Iskandar Nasution (BIN), selaku Pengguna Anggaran (PA) kegiatan Medan Fashion Festival (MFF) Tahun 2024 lalu.

Kemudian Erwin Saleh alias ES, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang sempat dipromosikan sebagai Kadis Perhubungan Kota Medan serta Direktur CV Global Mandiri berinisial MH, selaku pelaksana kegiatan MMF 2024. 

Dinamika

Dalam perbincangan santai dengan awak media tergabung dalam Forum Wartawan Hukum Sumatera Utara (Forwakum Sumut) di Pendopo Kantor Kejari Medan, pria akrab disapa Ali Rizza itu mengaku perkara tipikor penguasaan aset PT KAI, terbilang mengesankan alias berdinamika.

“Iya. Sempat viral. Tersangkanya yang perempuan itu dikatakan pingsan saat mau dibawa tim kita. Di awal persidangan sempat berjalan alot. Iya, akhirnya Yang Mulia majelis hakim sependapat dengan dakwaan/tuntutan tim kita. Terbukti bersalah,” kenangnya dengan garis senyuman kecil di wajahnya.

Dinamika lainnya ketika menjadi orang pertama di bidang Pidsus Kejari Medan, ada pihak lain yang mencoba mengintervensi independensi penyidikan yang dilakukan timnya.  

“Lewat sambungan telepon bernada ancaman sih, nggak.. Intervensi gitu. Tapi tim kita tetap jalan sesuai bukti-bukti yang kita kumpulkan,” terangnya.

Jangan Ada Dusta

Kesan lainnya cukup membekas di benaknya, selain Kota Medan dikenal sebagai ‘istananya’ wisata kuliner, mantan Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) itu mengaku salut dengan karakter ‘anak Medan’.

“Menurut saya, ibaratnya gini. Ya.. apa yang diucapkan di depan sama dengan di belakang kita. Di situ salah satunya yang sangat berkesan,” tuturnya.

Ketika dicecar apa kiatnya bisa menampilkan tim Pidsus yang solid, “Macam judul lagu itu. Jangan Ada Dusta di Antara Kita,” timpalnya dan spontan disambut gelak tawa personil Forwakum Sumut.

Cendera Mata

Sebelum berangkat ke tempat tugas yang baru, sebagai Kasi Intelijen (Intel) pada Kejari Palembang, pengurus Forwakum berkesempatan memberikan cendera mata.

Cendera mata diserahkan Ketua Forwakum Sumut Aris Rinaldi Nasution kepada Mochamad Ali Rizza. “Cendera mata plakat ini sebagai bentuk apresiasi kawan-kawan tergabung dalam Forwakum Sumut,” kata Aris.

Sebaliknya Ali Rizza menyampaikan terima kasih atas perhatian dan apresiasi Forwakum Sumut. “Sinergitas yang baik dengan teman-teman pers dan aparat penegak hukum sangat strategis dalam mewujudkan keterbukaan informasi dan perkembangan penegakan hukum,” pungkasnya.

Selamat bertugas di tempat yang baru, sehat selalu, tercapai segala asa dan semoga nantinya bisa kembali ke provinsi dikenal dengan keheterogenannya ini. (ROBERTS/RS)



Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini