
Operasi SAR dihentikan, nelayan hanyut di Kuala Tanjung belum ditemukan hingga hari ketujuh.(Foto: dok_BPBD/mol)
BATUBARA | Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap nelayan, Muslim, 40, setelah memasuki hari ketujuh pada Kamis (04/12/2025). Hingga batas waktu standar yang ditetapkan, korban yang hilang di perairan Kuala Tanjung, Batu Bara, sejak Selasa (25/11/2025) belum berhasil ditemukan.
Muslim, warga Dusun VII Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, dilaporkan hilang setelah berangkat memancing bersama dua rekannya pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Perahu yang mereka gunakan membawa tiga orang, yaitu Muslim, satu warga Tebing Tinggi, dan satu warga Gambus Laut.
Peristiwa hilangnya korban pertama kali terkuak setelah seorang saksi mata menemukan perahu tersebut dalam keadaan kosong tanpa awak di perairan Kuala Tanjung. Penemuan ini segera dikabarkan kepada pihak keluarga korban.
Menanggapi laporan dari Kepala Dusun (Kadus) VII Desa Gambus Laut, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Satuan Tugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Batu Bara, Basarnas Tanjung Balai Asahan (TBA), Polairud, dan TNI Angkatan Laut segera diterjunkan ke lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian.
"Kami telah melakukan pencarian intensif selama tujuh hari, namun korban belum ditemukan hingga hari ini," tegas Plt. Kepala BPBD Batu Bara, H. Ilyas, melalui Eka Rahman selaku koordinator TRC BPBD, Kamis (04/12/2025).
Dengan berakhirnya batas waktu standar pencarian, Tim SAR gabungan resmi menutup operasi. Meskipun demikian, pihak keluarga dan nelayan setempat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada aparat bila menemukan tanda-tanda keberadaan korban di wilayah perairan tersebut. (Ds/js)
