-->

Konflik Timur Tengah Meningkat, Dikabarkan Warga Padangsidimpuan Tak Ada yang Sedang Umroh di Tanah Suci

Sebarkan:

 

Ilustrasi jemaah umroh terhalang pulang ke tanah air akibat konflik timur tengah. (MOL/Instagram Umrohterbaik)

PADANGSIDIMPUAN | Puluhan ribu jemaah umroh warga Indonesia masih tertahan di Arab Saudi, pasalnya eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah terus meningkat. Hal ini mulai berdampak pada aktivitas ibadah umroh di tanah suci khususnya perjalanan dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Sejumlah bandara udara di Timur Tengah terpaksa menghentikan aktifitas bandara udara, pasalnya Iran terus menggempur pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di wiyah tersebut  

Berdasarkan informasi yang dikutip metro-online.co dari berbagai sumber, Ketua Umum Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia, Amaludin Wahab, menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 58 ribu jamaah umroh asal Indonesia yang masih berada di Arab Saudi.

Selain itu, sejumlah jamaah umroh dilaporkan sempat tertahan saat transit di Bandara Abu Dhabi dan Qatar akibat kondisi darurat perang di kawasan tersebut. Pihak travel saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan kepulangan jamaah dapat berjalan lancar dan aman.

Sementara informasi dari Kementerian Haji (Kemenhaj) Indonesia ada sebanyak 43.363 jemaah yang tertunda keberangkatannya. Mereka adalah jemaah umrah yang direncanakan berangkat sebelum pelaksanaan Haji 2026.

Salah satu agen perjalanan umroh di Kota Padangsidimpuan Febriani Nasution  menyebutkan, berdasarkan informasi yang ia peroleh tak ada jemaah umroh asal Kota Padangsidimpuan yang saat ini sedang menjalankan umroh di Tanah Suci Makkah.

"Alhamdulillah, saat ini tidak ada jemaah umroh warga Kota Padangsidimpuan yang sedang menjalankan umroh di Tanah Suci Makkah," jelas Febriani Kepada metro-online.co, Senin (2/3/2026).

"Tetapi, warga Panyambungan Kabupaten Madina dikabarkan ada yang menjalankan ibadah Umroh Ramdhan dan sekarang masih berada di tanah suci, namun mereka rencananya akan kembali ke tanah air habis lebaran Idul Fitri," tambahnya.

Kendati demikian kata Febriani, untuk wilayah Madinah dan Makkah informasinya masih aman. 

Kemudian terang Febriani, biasanya yang tertunda keberangkatannya mereka jemaah umroh yang perjalanan pesawatnya melalui jalur transit dari Bandara Jeddah menuju Qatar atau Dubai terus ke tanah air.

Sementara jemaah yang perjalanan pesawatnya langsung dari Jeddah ke tanah air tidak ada kendala dengan maskapai Lion dan Garuda.

"Kita doakan saja ya, semoga jemaah yang sedang melaksanakan umroh diberikan kemudahan dan keselamatan," tutur Febri.

Terpisah, Kepala Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Padangsidimpuan Iswardin Nasution mengatakan, saat ini belum ada laporan warga Kota Padangsidimpuan yang sedang melaksanakan umroh di Tanah Suci.

"Untuk keberadaan jemaah umroh warga Padangsidimpuan di Makkah belum ada yang melapor," jelasnya.

Namun dalam hal ini Kemenhaj menyampaikan, apabila ada yang ingin menanyakan atau melaporkan keluarganya yang dalam keadaan kondisi darurat berada di negara yang terdampak konflik di Timur Tengah saat ini, dapat menghubungi hotline/nomor darurat Perwakilan RI, sebagai berikut :

Hotline KBRI Riyadh, Arab Saudi

+966 569173990

Hotline KJRI Jeddah, Arab Saudi

+966 503609667

Hotline KBRI Manama, Bahrain

+973 38791650

Hotline KBRI Tehran, Iran.

+98 9914668845 / +98 902 466 8889 

Hotline KBRI Baghdad, Irak

+964 7769842020

Hotline KBRI Amman, Jordan

+962 7 7915 0407

Hotline KBRI Kuwait City, Kuwait

+965 97206060 / 97809760

Hotline KBRI Beirut, Lebanon

+961 70817310

Hotline KBRI Abu Dhabi, PEA

 (+971)566156259

Hotline KJRI Dubai, PEA 

(+971)564170333 / (+971)56-3322611

Hotline KBRI Doha, Qatar,

+974-44657945 / 44664981 / 33322875

Hotline KBRI Damaskus, Suriah.

+963 954 444 810.

(Syahrul/ST).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini