
Wakil Bupati Batubara, Syafrizal SE MAP serahkan piagam penghargaan di bidang kesehatan kepada salah seorang peserta acara.(Dok_pemkab/mol)
BATUBARA | Wakil Bupati Batubara, Syafrizal SE MAP
menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan harus dilakukan
secara optimal demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. Hal itu ditegaskan dalam rangka
Acara tersebut
dihadiri oleh Ketua TP PKK Batubara Ny. Henny Heridawaty Baharuddin,
Staf Ahli TP PKK Ny. Leli Syafrizal, Kepala Dinas Kesehatan PPKB dr. Deni
Syahputra, Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain dr. Guruh Wahyu Nugraha, serta
Plh. Sekda Rusian Heri.
Peringatan HKN diawali dengan senam sehat bersama, kemudian
dilanjutkan dengan berbagai kegiatan, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis,
aksi donor darah, dan sosialisasi edukasi pencegahan penyakit TBC.
Pada kesempatan itu juga dilakukan deklarasi Desa Stop Buang
Air Besar Sembarangan (BABS), serta pemberian penghargaan kepada puskesmas yang
berhasil memenuhi target Standar Pelayanan Minimal (SPM) terbaik. Selain itu,
penghargaan juga diberikan kepada kader PPKBD terbaik tingkat kecamatan.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam penurunan stunting,
kegiatan turut diisi dengan pemberian makanan tambahan bagi balita stunting di
Kabupaten Batubara.
Wakil Bupati Syafrizal dalam kesempatan tersebut membacakan
sambutan Menteri Kesehatan RI yang menyampaikan 84 juta anak Indonesia hari ini
akan mencapai usia produktif pada tahun 2045 — tepat satu abad Indonesia
merdeka.
"Kita hanya memiliki 2 dekade lagi untuk memastikan
mereka tumbuh sebagai generasi yang sehat, tangguh, dan unggul. Tema “Generasi
Sehat, Masa Depan Hebat” pada Hari Kesehatan Nasional ke-61 adalah seruan
pengingat bagi kita semua bahwa kualitas kesehatan hari ini menentukan
peradaban bangsa esok hari," ujarnya.
Selanjutnya Syafrizal menyampaikan empat tahun terakhir, Indonesia
telah menapaki transformasi kesehatan sebagai fondasi menuju masa depan
tersebut. Fokusnya bergeser dari mengobati orang sakit, menjadi menjaga orang
sehat tetap sehat. Transformasi kesehatan harus terus digelorakan untuk
memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan akses yang mudah,
kualitas yang baik, dan biaya yang terjangkau.
"Dalam kurun satu tahun, tiga program hasil terbaik
cepat bapak Presiden di bidang kesehatan telah menunjukkan hasil yang
signifikan. Lebih dari 52 juta orang menyadari pentingnya deteksi dini penyakit
dengan mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang juga berdampak pada
peningkatan cakupan skrining TB hingga menjangkau lebih dari 20 juta
orang," lanjutnya.
Sejalan dengan upaya pencegahan tersebut, pembangunan dan
peningkatan rumah sakit terus berjalan di berbagai pelosok negeri demi
mewujudkan kualitas layanan kesehatan yang merata. Di tahun 2025, 32 dari 66
lokus peningkatan RSUD berjalan sesuai target.
Wabup Syafrizal juga menyampaikan capaian enam pilar
transformasi kesehatan menunjukkan bukti nyata kerja keras dan kolaborasi
seluruh insan kesehatan Indonesia. "Hari Kesehatan Nasional ke-61 adalah
momentum refleksi dan apresiasi atas capaian strategis yang telah kita raih
bersama, sekaligus ajakan untuk terus melanjutkan gerakan bersama ini,"
pungkasnya.(ds/js)
