Quick Respon. Polsek Tanah Jawa Evakuasi Jasad Pria Gantung Diri. Ini Motif Korban Nekat Akhiri Hidup

Sebarkan:


𝐒𝐈𝐌𝐀𝐋𝐔𝐍𝐆𝐔𝐍| Diduga putus asa karena penyakit dideritanya tidak kunjung sembuh, RRS, 56, warga Dusun I Tangga Batu, Desa Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, nekat mengkhiri hidup dengan cara gantung diri, Senin (21/10/2024) sekira pukul 10:00 WIB

Temuan mayat korban yang tergantung kaku di pohon coklat di belakang rumahnya spontan menggegerkan warga sekitar. Kejadian ini langsung dilaporkan ke Polsek Tanah Jawa - Polres Simalungun

Menerima laporan, atas perintah Kapolsek, Tim dipimpin Panit Reskrim Iptu Priston Simbolon bersama piket SPKT, Aiptu Y.W. Nainggolan, Aiptu R.H. Sianturi, Aipda Royen Sinurat dan Brigadir Bayu S, gerak cepat (Quick Respon) berangkat ke lokasi melakukan cek dan olah TKP serta identifikasi bersama Tim Medis dari Puskesmas Buntu Turunan disaksikan perangkat desa setempat

Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Asmon Bufitra SH. MH menjelaskan, sesuai keterangan pihak keluarga, korban telah lama mengidap penyakit menahun berupa asam lambung, meski telah dibawa berobat namun tak kunjung sembuh

"Hasil visum luar oleh tim medis, pada jasad korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan atau aniaya. Ini menguatkan dugaan korban murni bunuh diri," Ungkap Asmon Bufitra, Senin malam

Kata Asmon Bufitra lebih lanjut. Berdasar hasil visum luar, pihak keluarga bermohon kepada pihak berwenang agar jasad tidak diotopsi yang dituangkan dalam Surat Pernyataan tidak keberatan serta ihklas menerima kematian RRS, ditandatangani istri korban, Dame br Manik, 51, diketahui perangkat desa setempat

Permohonan ini dikabulkan dan dihormati pihak Kepolisian sebagai bentuk simpati, empati dan pendekatan humanis dalam penanganan kasus yang melibatkan trauma dalam keluarga

Kompol Asmon Bufitra menekankan bahwa penanganan kasus ini merupakan bagian dari strategi "cooling system" yang diterapkan Polri

"Kami berupaya menangani kasus ini secara profesional. Kami menjalankan tugas tidak hanya dalam penegakan hukum saja, namun turut memberi dukungan psikologis kepada pihak keluarga korban," Ujar Asmon seraya mengatakan jasad telah dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan untuk proses pemakaman

Kompol Asmon menjelaskan lagi. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kepekaan sosial dan peran aktif masyarakat dalam mencegah tindakan bunuh diri

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar terutama dalam mengidentifikasi dan membantu individu yang mungkin mengalami tekanan mental," Himbau Asmon Bufitra

Penanganan kasus ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan dekat dengan masyarakat

Melalui pendekatan yang empatik dan responsif, Polsek Tanah Jawa berhasil menangani situasi yang sensitif dan tetap menghormati keluarga korban serta norma-norma yang berlaku di masyarakat

Kasus ini menjadi momentum bagi Polri untuk meningkatkan program-program pencegahan dan edukasi terkait kesehatan mental di masyarakat, sebagai bagian dari upaya komprehensif dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan warga Simalungun (𝐽𝑜𝑒/𝑩𝒂𝒚-𝒎𝒐𝒍)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini