![]() |
| Ilustrasi kekerasan terhadap anak di bawah umur. (mol/os) |
TOBA | Sosok ayah adalah sebagai pelindung bagi keluarga terlebih kepada anak-anaknya. Namun, kelakuan bejat pria yang satu ini berinisial LS, 39, diduga tega melakukan hal tak pantas pada putri kandungnya sendiri yang masih berusia tiga tahun.
Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga SIK melalui Kasat Reskrim AKP Erikson David Hutauruk SH yang direlease Sie Humas Bripda Fransiskus Situngkir pada Selasa (11/3/2026) membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku bejat tersebut.
Fransiskus menjelaskan, diketahui pada Jumat (13/2/2026) sekira pukul 17.00 WIB tepatnya di Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba telah terjadi dugaan tindak pidana perkosaan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh ayah kandungnya sebut saja inisial Melati, 3, diasuh oleh Ibunya atau berinisial FB, 37, selaku Kader Pembangunan Manusia (KPM).
"Awalnya anak tersebut mengeluh kepada ibunya bahwasanya kalau di bagian intimnya terasa sakit. Setelah beberapa hari, melati (nama samaran) dibawa ke sawah oleh ibunya, namun ia masih tetap mengeluhkan rasa tersebut," terang Fransiskus.
Mengetahui hal itu, jelas Fransiskus, ibunya merasa curiga dengan keluhan anaknya. Kemudian ibunya langsung mengeceknya di rumah dan melihat bahwa ada bagian luka sobek di bagian intimnya. Setelah ditanyai, korban mengaku pelakunya adalah ayahnya sendiri.
"Atas kejadian tersebut, pelapor (Mami korban) merasa tidak terima dan syok, melaporkan kepihak berwajib. Perlu dijelaskan juga bahwa pada hari tersebut korban juga dibawa ke Bindes untuk mengecek," sebut Fransiskus.
Fransiskus mengatakan, pelaku kini telah diamankan pada Minggu (8/3/2026) dan akan menjalani proses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku, khususnya terkait dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh orang tua yang berada diwilayah hukum Polres Toba untuk dapat menjaga dan memperhatikan perkembangan anaknya sehingga hal serupa tidak terjadi, anak-anak adalah penerus kita, maka lindungilah," Imbaunya. (os/os)

