Tokoh Masyarakat Minta Bupati Copot Kabid PAD Bapenda Deliserdang

Sebarkan:



Indra Silaban SH
DELISERDANG
| Ramai pemberitaan terkait kurang beretika dalam berprilaku sebagai pejabat, oknum Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Deliserdang, Juniser Siregar kini didesak untuk dicopot dari jabatannya.

Hal ini disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Kecamatan Lubukpakam Indra Silaban SH, aktivis pemerhati hukum dan  kinerja birokrasi Pemerintah ini menyesalkan sikap oknum Kabid PAD Bapenda Deliserdang itu. Dan meminta bupati bersikap tegas terkait disiplin dan etika anggotanya. Agar ini tidak menjadi contoh yang tak baik pada ASN atau pejabat lainnya disaat pimpinan memberikan arahan dan bimbingan.

" Memang masalah sepele. Namun ini menyangkut etika yang penting bagi birokrasi, bagaimana kalau birokrasi itu sembarangan dan tak memiliki etika sesuai aturan, kan tak ada yang menghargai atasan atau pimpinan. Dalam birokrasi itu etika sangatlah penting dan pelanggaran etika memiliki konsekwensi yang bisa fatal," ungkap Indra yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Lubukpakam.

Indra meminta Bupati Deliserdang mencopot saja jabatan oknum JS sebagai Kabid PAD Dispenda itu dan berikan pembinaan.

" Pak Bupati sebaiknya copot saja jabatan oknum Kabid itu, Masak Bupati sebagai komandannya kasi arahan dan bimbingan ia tak siap mendengarkan," ujar Indra Silaban SH.

Sebelumnya diberitakan, Oknum Kabid PAD Bapenda Deliserdang Juniser diduga kurang bisa menjaga etikanya sebagai ASN yang memiliki jabatan. Ia malah membuat kebisingan terpantau tertawa-tawa dengan temannya saat Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan memberikan sambutan atau pidato dalam acara pelantikan 25 Pejabat Tinggi Pratama dan Administrator di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang, Lubukpakam, Rabu (1/3/2023) kemarin.

Momen tertawa tawa oknum pejabat Eselon III  tersebut terpantau media saat acara pelantikan di teras sebelah kanan Lantai 2 Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang. Pejabat itu tidak menyadari ada beberapa media yang ikut berdiri tertib mendengarkan arahan yang disampaikan Bupati dan bersama menyanyikan Mars Deliserdang dalam acara pelantikan tersebut.

Juniser  tampak tertawa-tawa yang diduga bersama jajarannya di Bapenda Deliserdang. Dalam momen itu awak media sudah merasa risih dengan tingkah tertawa pejabat itu yang dinilai tidak menghargai acara pelantikan yang dipimpin langsung orang nomor satu di Deliserdang.

Sebagai pejabat eselon III yang dinilai harus memberikan contoh baik kepada yang lain saat acara pelantikan, walau tempatnya di teras aula tapi suara bising sampai kedalam ruangan. Bahkan karena tertawaan yang dianggap tidak baik, salah satu wartawan tampak menyampaikan kepada yang tertawa itu supaya tidak berisik, dengan membuat kode "sst" menggunakan jari ke mulut.

" Iya, bising kali suaranya sampai kedalam ruangan, dia pejabat kok kurang ada etikanya saat Bupati memberi arahan mestinya diam dan mendengarkan. Tak cocok jadi pejabat dia itu, kita minta copot saja dia itu, supaya ada efek pembelajaran pada pejabat ASN lain untuk bisa menghargai Bupati saat memberi arahan," tegas Fani salah seorang awak media.

Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Juniser mengangkat sebentar lalu mematikan. Kemudian saat dikonfirmasi via WhatsApp, ia mengatakan sedang ada zoom. 

"Siang juga pak..lagi zoom pak. Chat aja ya pak," kata Juniser membalas WhatsApp salah seorang awak media.

Kemudian konfirmasi yang disampaikan saat dirinya diduga tertawa-tawa dengan rekannya saat pidato pelantikan pejabat oleh Bupati Deliserdang ia membantahnya.

"Maaf pak, seingat saya, saya tidak berada di dalam ruangan pelantikan karena setau saya juga yang bukan dilantik tidak dibenarkan di dalam ruangan pelantikan. Saya berada di luar ruangan, saya juga tidak pernah tertawakan pidato bapak bupati. Terima kasih pak," kata Juniser mengelak.( Wan)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini