Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Darwin Siregar: Pasukan Memanggul Senjata, Wartawan Memanggul Kamera...

Tim Redaksi: Rabu, 07 Februari 2018 | 18:40 WIB


Siapa bilang jadi wartawan itu enak, tentu setiap profesi ada suka juga ada dukanya. Tidak ada profesi yang selamanya hanya cerita bahagia. Pasti akan terselip kisah-kisah sedih atau yang mengiris hati. Namun itulah seninya bekerja. Antara suka dan duka ibarat dua sisi mata pisau yang tak terpisahkan.
Darwin Siregar (55) salah satu tokoh pers yang ada di Kabupaten Paluta sedikit mengisahkan suka maupun duka menjadi seorang wartawan. Awal mula meniti karir sebagai wartawan dimulai sejak tahun 2003 di Tapanuli Selatan sebelum lahirnya Kabupaten Paluta.
Perjalanan dunia kewartawanan di Kabupaten Paluta pun tidak banyak yang mengetahuinya, sebab pada masa itu tidak begitu banyak yang minat untuk menjadi seorang wartawan.
“Masih bisa di hitung dengan jari berapa wartawan di daerah kita ini. Memang saat itu tidak banyak yang minat menjadi seorang wartawan,” ujarnya, Rabu (7/2/2018).
Kembali ke pengalaman jurnalis, Darwin mengatakan kerja jurnalis tak mengenal waktu. Tak ada batasan seorang jurnalis harus pulang ke rumah, berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga. Tak perduli pagi, siang dan malam. Tak perduli petir, hujan dan badai, tugas meliput dan mengungkap sebuah fakta harus tetap dilaksanakan dengann tidak melanggar kode etik. Profesi menjadi seorang jurnalis adalah sebuah panggilan jiwa. Seberat apapun itu, jurnalis sejati akan selalu melaksanakan tugasnya demi kepentingan orang banyak.
Tugas liputan harus siaga 24 jam nonstop dan yang paling penting tidak melanggar kode etik,” katanya.
Dalam menjalankan tugas liputannya, Darwin Siregar pria kelahiran Desa Tanggatangga Hambeng, 25 Mei 1963 memegang teguh pada prinsip dan filosofi ’Jika Pasukan Memanggul Senjata, Wartawan Memanggul Kamera’ sebab tugas liputan itu mempunya tantang berat dan mendapat ancaman merupakan hal yang biasa dan itu merupakan salah satu konsekuensi yang haru di terima.
Darwin pun menyarankan bagi siapa saja yang punya cita-cita ingin jadi wartawan, sebaiknya dari sekarang banyak membaca tentang segala hal yang terkait dengan jurnalistik. Entah itu dari buku atau media apapun yang akan menambah referensi tentang  dunia kewartawanan. Dengan begitu kita akan mengetahui dan sedikit banyaknya paham seperti apa tugas seorang pencari berita.
Sukanya seperti apa, dukanya bagaimana, tantangannya apa saja. Coba ketahui itu dulu. Biar kamu tak menyesal kemudian hari,” pesannya.
Pada kesempatan ini, Darwin Siregar yang juga merupakan Ketua Persatuan Wartawan Daerah (Perwada) Kabupaten Paluta turut mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2018 dan mengajak seluruh insan pers bersama-sama dengan pemerintah menyetop dan mengurangi berita bohong dan hoax atau berita fitnah lainnya yang dapat merugikan orang lain.
“Selamat Hari Pers Nasional Tahuh 2018. Semoga dunia kewartawanan di Paluta semakin maju,” tutup Darwin. (plt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait