-->

Redam Ketegangan Kasus Intimidasi Jurnalis, GMPKP Batal Unjuk Rasa

Sebarkan:

Kasat Intelkam Polres Tapanuli Selatan dan jajaran berfoto bersama kru media Metro-Online.co serta seorang perwakilan rekan pers di depan Mapolres, usai menggelar mediasi tertutup yang berjalan humanis dan kondusif. (mol/yas)

TAPTENG | Dinamika ketegangan pasca dugaan intimidasi terhadap jurnalis media cetak dan online memasuki babak baru, Kamis (5/11/2026). 

Melalui pendekatan persuasif, Kasat Intelkam Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKP Oloan Lubis, menggelar mediasi tertutup di ruang kerjanya pada Rabu (4/11/2026) pagi. 

Pertemuan ini melahirkan komitmen bersama untuk menjaga kondusifitas wilayah serta merujuk secara humanis dan akur dengan saling bebenah. 

Langkah ini diambil menyusul eskalasi pemberitaan sebelumnya terkait gertakan yang dialami jurnalis Metro-Online.co inisial YM, saat melakukan konfirmasi mengenai legalitas aktivitas Galian C di Desa Hapinis Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan. 

Insiden tersebut sempat memicu respons keras dari DPP Gerakan Masyarakat Pengawal Kebijakan Publik Indonesia (GMPKP-Indonesia), yang semula menjadwalkan aksi unjuk rasa besar di depan Mapolda Sumatera Utara pada Kamis (5/11/2026).

Dialog

Apresiasi patut diberi kepada jajaran Sat Intelkam Polres Tapsel yang menyambut kehadiran kru media dengan pendekatan yang sangat humanis. Jauh dari kesan formal yang kaku, mediasi berlangsung interaktif, edukatif, dan mengedepankan prinsip musyawarah mufakat. Kedua belah pihak diberikan ruang terbuka untuk membedah kronologi di lapangan tanpa adanya tekanan maupun penghakiman.

"Kami sangat mengapresiasi itikad baik dari rekan-rekan media yang memenuhi undangan ini. Dialog adalah jalan terbaik untuk menyelaraskan pemahaman tugas masing-masing di lapangan," ujar Kasat Intelkam Polres Tapsel.

Merespons perlakuan dan solusi berkeadilan (win-win solution) yang ditawarkan pihak kepolisian, YM menyampaikan rasa terima kasih.

"Kami hanya berharap insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan. Pers dan Polri bukanlah mitra yang saling berseberangan, melainkan pilar yang saling mendukung dalam koridor aturan," ungkap YM.

Aksi Dibatalkan

Sebagai bentuk penghormatan terhadap institusi Polri dan jalannya proses mediasi, kru Metro-Online.co bersama aliansi jurnalis di Medan secara resmi membatalkan rencana aksi massa.

Langkah konkret ini diperkuat dengan terbitnya surat resmi dari DPP GMPKP-Indonesia Nomor: 0187/DPP-GMPKP-1/PAUR/B/XI/2026. Surat pembatalan tersebut telah dilayangkan kepada Kapolrestabes Kota Medan, dengan tembusan kepada Kapolda Sumut, Bupati Tapsel, serta Kapolres Tapsel.

Pihak GMPKP menyatakan bahwa pembatalan dilakukan demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus memberikan ruang penuh bagi Sat Intelkam Polres Tapsel untuk menuntaskan penyelesaian perkara ini.

Hingga laporan ini diturunkan, proses penyelesaian secara kekeluargaan masih terus bergulir. Kendati belum ada kesepakatan final yang mengikat, kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk menjaga iklim Tapanuli Selatan tetap aman dan kondusif. (YAS/REM)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini