![]() |
| Poto AI.(mol/ginda) |
Dalam orasinya, massa mahasiswa tersebut menyampaikan sejumlah tuntutan. Diantaranya, agar Kanwil Ditjenpas Sumut segera memanggil dan memeriksa Kepala, KPLP dan seluruh pegawai Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan.
Kemudian, Massa juga mendesak rotasi menyeluruh terhadap jajaran pegawai Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan.
Namun, setelah hampir tiga jam massa mahasiswa berorasi menyampaikan seluruh tuntutannya, tidak mendapat tanggapan dari pihak Kanwil Ditjenpas Sumut.
Sehingga, kondisi tersebut semakin memperkuat kekecewaan mahasiswa dan menilai persoalan dugaan peredaran Narkoba di dalam Lapas merupakan masalah serius yang tidak boleh disikapi dengan diamnya pejabat berwenang.
Terkait heningnya respon Kanwil Ditjenpas, Ketua Tamu Ibrahim Pohan berencana akan membawa masalah tersebut ke Kementerian Imipas di Jakarta dan akan menggelar aksi unjuk rasa yang sama.
"Kami sangat kecewa dengan sikap pihak Kanwil Ditjenpas Sumut yang tidak merespon dan menanggapi tuntutan kami. Apakah mungkin persoalan ini masuk dalam dugaan setali tiga uang? dalam waktu dekat kami akan membawa persoalan ini ke Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan dan juga ke Kementerian Imipas di Jakarta,"pungkas Ibrahim usai berorasi.(gnp/red)

