-->

Wow’’’!! Peredaran Narkoba dan Togel “ Menggila “ di Wilkum Polsek Biru-biru, Kapolsek & Kanit Reskrim Diduga “ Terima Upeti “

Sebarkan:

 

Teks Foto : Mapolsek Biru-biru ( atas ) transaksi narkoba ( kiri bawah ) dan rekapan judi togel ( kanan bawah ) ( mol/int/Jl)

DELISERDANG  |  Warga di wilayah hukum (Wilkum) Polsek Biru-biru, Polresta Deliserdang kini hidup dalam kegelisahan. Pasalnya, praktik peredaran narkoba dan perjudian  saat ini “ Menggila “ di daerah tersebut. 

Mirisnya, kedua praktik ilegal yang menyangkut dengan penyakit masyarakat itu dijalankan tidak lagi cara tersembunyi, melainkan secara terang - terangan dan di tempat terbuka. 

Walau secara terang - terangan, kedua praktik yang melanggar hukum itu tetap berjalan mulus dan aman tanpa pernah ada penindakan dari aparat penegak hukum setempat, yakni Polsek Biru-biru. 

Melihat tidak adanya penindakan dari aparat penegak hukum setempat menimbulkan asumsi negatif di tengah- tengah kalangan masyarakat, dan menuding, pimpinan di Polsek Biru-biru yakni, Kapolsek AKP Indra Tamba dan Kanit Reskrim Rikardo Nababan  menerima “ Upeti “ dari BD narkoba dan perjudian tersebu sehingga penindakan menjadi nyaris tidak ada.

Menurut keterangan watga Senin (7/9/2026), melaporkan kepada awak media bahwa bandar judi togel berserta jurtulnya berkeliling dengan leluasa, sementara peredaran narkoba jenis sabu dan pil koplo bebas beredar di tengah pemukiman warga. Tidak ada rasa takut, seolah-olah mereka memiliki payung perlindungan dari pihak yang seharusnya menindak.

"Semua orang tahu siapa bandar dan siapa pengedarnya, tapi polisi tidak pernah datang. Kalau pun ada razia, itu hanya sandiwara pura-pura masuk, lalu keluar lagi. Itu semua karena ada 'uang jajan' yang disetor setiap bulan ke atas," ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, dengan nada kecewa yang mendalam.

Warga menuntut kejelasan apakah Polsek Biru-biru berdiri di sisi hukum, atau di sisi bandar judi dan pengedar narkoba? Jika memang serius, membersihkan praktik ini tidak butuh waktu lama cukup satu hari, seluruh jaringan bisa dibekuk. Namun kenyataannya, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, kejahatan justru semakin leluasa.

Guna perimbangan berita, Kapolsek Biru-biru AKP Indra Tamba, saat dikonfirmasi wartawan Senin ( 7/9/2026 ) sekira pukul 11.30 WIB, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan klarifikasi terkait dugaan penerimaan upeti dan pembiaran kejahatan yang kian merajalela di wilayahnya.

Warga kini berharap Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dan Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, agar tidak menutup mata terhadap peristiwa ini.

Rotasi dan pemeriksaan menyeluruh adalah keharusan, jika kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian masih ingin dijaga. Jangan sampai seragam coklat kebanggaan itu ternodai oleh kepentingan pribadi yang mengorbankan keamanan seluruh masyarakat. (Jasa/Jl)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini