![]() |
| Momen Walikota Medan Rico Waas pimpinan rapat. (mol/dok). |
MEDAN | Kota Medan sudah dalam status "Darurat Narkoba". Peredarannya masif dan penggunanya makin muda. Yang paling mengkhawatirkan jaringannya sudah masuk ke kantor pemerintahan paling bawah Kelurahan.
Sepanjang 2026, aparat sudah menangkap tiga orang Kepala Lingkungan/ Kepling yang diduga jadi bandar narkoba di Kota Medan.
Karena itu, Walikota Medan Rico Waas didesak segera mengeluarkan perintah tes urine massal untuk 2001 Kepling se-Kota Medan, tanpa kecuali.
Tiga Kepling yang tertangkap karena terlibat sebagai pengguna, pengedar dan bandar narkoba peredaran narkoba selama 2026 yakni:
1. MF, 41, Kepling Medan Barat. Ditangkap Polrestabes Medan, Maret 2026 di Kel. Pulau Brayan Kota.
2. AR, 37, Kepling Medan Polonia. Ditangkap Ditresnarkoba Polda Sumut, 15 Agustus 2026 di Jl. Starban.
3. FAP, 41, Kepling wanita Medan Maimun. Ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Medan, akhir Agustus 2026 di Jl. Brigjen Katamso.
Ketiganya diduga berperan sebagai pengedar atau bandar. Mirisnya, mereka adalah garda terdepan pemerintah yang seharusnya melindungi warga dari narkoba.
"Kalau Kepling saja sudah main, bagaimana warga mau percaya? Ini darurat," ujar salah satu tokoh masyarakat Medan.
Kepling adalah ujung tombak pelayanan dan pengawasan di lingkungan. Mereka tahu siapa pengedar, siapa pemakai, di wilayahnya.
Jika masih ada Kepling yang terlibat, maka upaya pemberantasan narkoba di Kota Medan akan sia-sia.
Warga Kota Medan berharap agar Walikota Rico Waas perintahkan tes urine massal kepada seluruh 2001 Kepling di 21 Kecamatan dengan melibatkan BNN dan Dinkes.
Kemudian, pecat dan copot jabatan bagi Kepling yang terbukti positif narkoba atau terlibat jaringan. Jangan ada toleransi serta publikasikan hasilnya secara transparan agar masyarakat tahu siapa yang bersih dan siapa yang tidak.
"Langkah ini penting untuk mengembalikan kepercayaan publik. Kepling harus jadi contoh, bukan jadi masalah," kata Ismai, warga Medan Labuhan.
Beri Efek Jera
Pemberantasan narkoba tidak bisa setengah hati. Jika aparat paling bawah sudah terkontaminasi maka perlawanan dari atas tidak akan efektif.
Walikota Rico Waas harus menunjukkan keberpihakan kepada warga Medan yang resah. Tes urine bukan untuk memojokkan tapi untuk membersihkan.
Medan tidak boleh kalah oleh narkoba dan Kepling harus berada di barisan paling depan untuk melawannya, bukan di belakang melindunginya.
Jika hari ini Walikota tidak bertindak tegas, besok akan ada lagi Kepling berikutnya yang ditangkap karena terlibat narkoba. (RE Maha/REM).

