![]() |
| Screenshot video viral Kepala SPPG di Kota Tebingtinggi bersama wanita lain. (Mol/Int) |
MEDAN | Seorang pria diduga Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tebingtinggi berinisial IA diciduk istri sahnya saat baru pulang dugem bersama diduga wanita lain.
Dilihat dari rekaman video yang viral di media sosial, Selasa (22/9/2026), tampak IA sedang bersama seorang wanita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada 12 September 2026 sekitar pukul 04.43 WIB di sebuah lokasi hiburan malam di Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan.
Bukan hanya video, surat pengaduan istri sah IA berinisial RAYN yang ditujukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) juga beredar di media sosial.
Surat tersebut berjudul "SURAT PENGADUAN PERSELINGKUHAN ASN DAN PENTELANTARAN ISTRI" tersebut dilayangkan kepada BGN c.q Kepala KPPG Medan pada 15 September 2026.
Saat dikonfirmasi, istri sah IA berinisial RAYN membenarkan pria dalam video tersebut merupakan suaminya.
Dia mengaku melakukan pengejaran terhadap suaminya sebelum akhirnya menemukannya berada di sebuah lokasi hiburan malam di Kota Medan.
Sesampainya di lokasi, dia mengaku melihat suaminya sedang bersama wanita tersebut. Keduanya terlihat bermesraan dan berpegangan tangan.
"Iya benar, itu suami saya. Saya yang melakukan penggerebekannya," ujar RAYN, Selasa (22/9/2026).
Selain video, RAYN mengaku memiliki sejumlah bukti lain yang menguatkan dugaan perselingkuhan tersebut, diantaranya riwayat pemesanan ruang karaoke, tiket bioskop, serta tangkapan layar percakapan.
Lebih lanjut, RAYN berharap pihak BGN segera menindaklanjuti pengaduannya dan melakukan pemeriksaan secara transparan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Informasi lain menyatakan IA sudah berstatus PPPK di lingkungan BGN yang sekaligus Kepala SPPG. Saat ini publik sedang mempertanyakan integritas, kepatutan, dan tanggung jawab moral seorang pejabat pelaksana Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari IA maupun pihak BGN terkait pengaduan tersebut. (Red/Red)

