![]() |
| Lokasi proyek pembangunan jembatan Penghubung di gang intan, Tarutung, Selasa (22/9/2026).(Foto: mol/Alfredo Sihombing) |
Keberatan itu disampaikan warga bukan sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan jembatan. Mereka menyatakan tetap mendukung pembangunan, sepanjang pelaksanaannya mengacu pada kesepakatan yang telah dibicarakan bersama, termasuk ukuran badan jalan dan batas lahan.
Warga Gang Intan, Meri Manurung (65) dan Renal H Siagian (47), menyampaikan aspirasi tersebut saat ditemui di lokasi pembangunan, Selasa (22/9/2026).
Meri mengatakan, dirinya keberatan apabila jalan penghubung dibuka antara Gang Intan dan Gang Matahari menolak dibuka.
“Saya selaku warga Gang Intan menolak jalan penghubung dibangun karena tidak sesuai kesepakatan,” tegas Meri.
Menurutnya, pemerintah dan pihak pelaksana perlu terlebih dahulu melakukan pengecekan serta komunikasi bersama warga di lapangan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan pembangunan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Saya meminta pemerintah daerah dan pihak pelaksana terlebih dahulu melakukan komunikasi serta pengecekan bersama di lapangan sebelum pekerjaan dilanjutkan,” kata Meri.
Namun, Meri menegaskan bahwa dirinya tidak menolak pembangunan jembatan penghubung maupun peningkatan akses jalan di kawasan tersebut.
“Bila jembatan penghubung dibuat atau dilebarkan sesuai ukuran yang telah disepakati, selaku warga Gang Intan saya siap mendukung pembangunan jalan ini,” ujarnya.
Warga Minta Pemerintah Turun ke Lokasi
Warga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi dan memastikan batas lahan serta ukuran badan jalan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibicarakan bersama masyarakat.
Mereka juga mengusulkan adanya pertemuan yang melibatkan warga, pemerintah kelurahan, kecamatan, dinas terkait, serta pihak pelaksana proyek guna membahas persoalan tersebut secara terbuka.
Menurut warga, langkah tersebut diperlukan agar pembangunan tetap dapat berjalan, sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat yang lahannya terdampak pekerjaan.
“Saya mendukung pembangunan jembatan penghubung, tetapi pelaksanaannya harus sesuai dengan kesepakatan dan ukuran yang sudah ditentukan,” ujar Meri.
Camat Akan Koordinasi dengan Lurah
Terpisah, Camat Tarutung Ferry Lumbantobing mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Lurah Hutatoruan VII terkait persoalan pembangunan jalan di kawasan tersebut.
“Saya berkoordinasi dulu dengan Lurah terkait pembangunan jalan di Kelurahan Hutatoruan VII,” ujar Ferry.
Sementara itu, PUPTRHub Kabupaten Tapanuli Utara Bidang Bina Marga, Elsa Silalahi, yang dikonfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp mengenai keberatan warga serta pelaksanaan proyek tersebut hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.
Dengan demikian, persoalan pembangunan jembatan penghubung di Gang Intan masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait, khususnya mengenai batas lahan, ukuran badan jalan, serta kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan kesepakatan bersama warga.
Rapat Warga Bahas Pembangunan Jalan Gang Intan
Sebelumnya, Pemerintah Kelurahan Hutatoruan VII bersama warga Gang Intan menggelar rapat membahas rencana pembangunan jalan di kawasan TD Pardede Gang Intan, Kamis (16/4/2026) lalu.
Rapat yang berlangsung di rumah warga Gang Intan tersebut dihadiri Lurah Hutatoruan VII Timbul Hutabarat ST, Kepala Seksi Pemerintahan Jansen Sinaga, serta warga setempat.
Dalam pembahasan, disepakati pembangunan jalan Gang Intan akan segera dilakukan secara bertahap, dimulai dari sisi depan Gereja GKPS.
Selain itu, rencana pembukaan jalan menuju Aek Ristop akan dilakukan apabila pemerintah membangun jalan ring road dari samping Gereja GKPS (Gang Intan) menuju Aek Ristop pada tahun-tahun mendatang.
Warga Aek Ristop juga diharapkan bersedia menyediakan lahan selebar 5 meter untuk jalan umum. Lahan tersebut harus terlebih dahulu dilepaskan dari sertifikat tanah.
Rapat menyimpulkan pembangunan jalan Gang Intan segera dilaksanakan, sedangkan pembukaan akses menuju Aek Ristop menunggu pembangunan jalan ring road sesuai kesepakatan. (as/as)

