![]() |
| Kondisi Kabut Asab di Gunungtua, Selasa siang (25/8/2026).(mol/ginda) |
Kondisi kabut asab ini sebenarnya terjadi diwilayah Paluta mulai hari Minggu lalu (23/8/2026). Namun, karena turunnya hujan pada malam harinya, Sehingga keesokan harinya Senin (24/8/2026) kabut asab sempat menghilang.
Kuat dugaan kabut asab di Paluta ini merupakan kiriman dari wilayah lain akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Terkait semakin mengkhawatirkannya kondisi kabut asab di wilayah Paluta hari ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan Paluta Muhammad Umar Nasution menghimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
"Terlebih bagi warga yang memiliki riwayat gangguan pernafasan, khususnya anak-anak, kami himbau agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan agar menggunakan masker ketika beraktivitas diluar rumah,"kata Umar.
Dikatakan Umar, hingga hari ini pihaknya masih memantau perkembangan kondisi udara serta menyiagakan seluruh Puskesmas diwilayah Paluta untuk sigap menangani, jika ada warga mengalami gangguan pernafasan ataupun ISPA (infeksi saluran pernafasan akut). (gnp/red)

