LANGKAT | Kondisi infrastruktur dermaga tempat sandar kapal-kapal LPG di perairan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sudah tidak layak dijadikan tempat sandar Kapal LPG.
Kini sebagian lantai dermaga (jetty) khusus tempat sandar kapal-kapal pengangkut bahan bakar LPG itu sudah miring, bahkan ada yang sudah ambruk ke dasar laut. Di antara tiang besi dermaga juga sudah korosip. Kondisi ini sesuai hasil pantauan kru Metro Online di lapangan, baru baru ini.
Sebagian infrastruktur dermaga sudah mengalami rusak berat berpotensi memicu hambatan distribusi pasokan, dan menimbulkan risiko tinggi terhadap keselamatan bongkar muat pasokan energi.
Selain kerusakan infrastruktur bagian atas dermaga tempat sandaran kapal, juga patut diduga telah terjadi pendangkalan alur memerlukan segera pengerukan dilakukan oleh otoritas pelabuhan dan instansi terkait.
Menurut catatan kru Metro Online, dermaga tersebut sudah berusia puluhan tahun yang dibangun oleh Pertamina Pangkalan Susu. Kerusakan jetty diduga akibat kurangnya perawatan secara berkelanjut dari pihak perusahaan sebagai pengguna jasa pelabuhan.
Yang jadi pertanyaan, kenapa dermaga yang sudah cukup lama mengalami kerusakan, bahkan ada sebagian yang telah ambruk tidak segera diperbaiki oleh pengguna fasilitas sarana tempat sandar kapal-kapal LPG ini. Sebagian masyarakat menuding, kerusakan yang sudah berlangsung lama ini akibat ada proses pembiaran dari pemegang otoritas.
Terkait dugaan dermaga Jetty tak layak dioperasikan sepertinya tak menjadi permasalahan serius bagi Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalan Susu, Merdi Loi, SE MM.
Terbukti, saat dikonfirmasi kru Metro Online, beberapa hari lalu, Merdi Loi dengan enteng menjawab bahwa dermaga (jetty) masih layik dioperasikan.
"Dermaga masih bisa digunakan sampai sekarang, masih bersyukur tidak ada kejadian apapun," ujarnya dengan nada enteng tanpa mempermasalahkan faktor keamanan kondisi infrastruktur dermaga.
Ditanya bagaimana dengan kondisi sebagian lantai dermaga dan tiang penyangga yang juga sudah korosip, bahkan ada yang sudah jatuh, ia malah menyatakan Jetty masi bisa dioperasikan sampai sekarang. Bahkan ia menyatakan bersyukur karena sampai sekarang tidak ada kejadian apapun.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga Subholding Downstream, Fharougi Andriani Sumampouw, ketika dikonfirmasi Metro menyatakan, Pertamina Patra Niaga pastikan operasional Terminal LPG Pangkalan Susu Mengedepankan aspek HSSE.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, lanjutnya, senantiasa menempatkan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional, termasuk kegiatan penerimaan dan bongkar muat TLPG di Terminal LPG Pangkalan Susu.
"Dalam mendukung kegiatan operasional di TLPG Pangkalan Susu, terdapat beberapa fasilitas jetty yang memiliki fungsi sesuai dengan kebutuhan operasional. Saat ini, salah satu fasilitas jetty sedang dalam tahap perbaikan dan tidak digunakan untuk kegiatan bongkar muat LPG, sebagai bagian dari upaya perusahaan memastikan kegiatan operasional tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan," ujarnya.
ia menjelaskan, ativitas kapal maupun sarana pendukung yang terlihat di sekitar jetty yang sedang diperbaiki merupakan bagian dari pelaksanaan pekerjaan perbaikan fasilitas dan bukan merupakan kegiatan bongkar muat LPG. "Selama proses perbaikan berlangsung, kegiatan bongkar muat LPG tidak dilakukan melalui fasilitas tersebut," tukasnya.
Seluruh kegiatan bongkar muat LPG, menurut dia, dilaksanakan melalui fasilitas jetty lainnya yang dalam kondisi operasional. Pelaksanaan kegiatan tersebut, kata Fharougi, dilakukan dengan mengacu pada prosedur operasional serta standar keselamatan dan keamanan yang berlaku.
"Pertamina Patra Niaga secara berkala melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi fasilitas sebagai bagian dari penerapan HSSE. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan setiap kegiatan operasional berlangsung secara aman serta meminimalkan potensi risiko terhadap pekerja, fasilitas, dan lingkungan sekitar," tandasnya.
Pertamina Patra Niaga, lanjutnya, berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan operasional secara aman dan bertanggung jawab dengan menjadikan HSSE sebagai landasan utama dalam setiap aktivitas perusahaan, sekaligus menjaga keandalan operasional dalam mendukung penyaluran energi kepada masyarakat.(lesman simamora/mp)

