-->

Tiga Hari Pencarian, Tim Gabungan Akhirnya Temukan Anak Hanyut di Pematangsiantar, Korban Telah Dikebumikan

Sebarkan:

Foto: Tim Gabungan Mengevakuasi Korban. Insert: Ayah Korban Didampingi Relawan Kemanusiaan KSP Menandatangani Berita Acara Serah Terima Jenazah (mol/pke)
PEMATANGSIANTAR | Hari ketiga pencarian anak hanyut, QHS, 8, murid kelas II SD, warga Lingkungan VI, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, akhirnya ditemukan, Rabu (19/8/2026) sekira pukul 11.00 WIB, dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan telungkup sangkut ditumpukan sampah dekat batu tepian aliran Sungai tidak jauh dari Jembatan Kembar Sigagak perbatasan Kabupaten Simalungun - Pematangsiantar, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

Penemuan berawal saat saksi, Setiandi alias Andi, 33, pedagang kelapa, warga Gang Al-Iman, Dusun V Desa Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, berhenti di Jembatan Sigagak seusai mengantar kelapa ke pelanggannya di wilayah Beringin, Tapian Dolok

Saat berhenti, tanpa sengaja ia melihat ada sosok menyerupai tubuh manusia tersangkut  di aliran sungai. Untuk memastikan, Andi memberitahu kepada warga sekitar untuk bersama-sama melihat dan memeriksa.

Ternyata benar, sosok itu adalah jasad korban QHS, biasa dipanggil adek Hidayah, yang sudah tiga hari dicari hingga viral di medsos diduga terpeleset lalu hanyut di aliran Sungai Bah Sosopan, Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

Temuan ini kemudian dilaporkan ke tim gabungan yang sebelumnya memang sedang menyisir sepanjang aliran sungai Bah Sosopan untuk mecari korban. Jembatan Sigagak sontak ramai dan heboh dipenuhi warga.

Jasad korban kemudian dievakuasi lalu dibawa ke Instalasi Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar untuk proses pemulasaraan guna pemakaman.

"Jenazah Sudah Dikafani. Masih Ngurus Berita Acara untuk Dibawa Pulang, Bang," sebut Efendi akrab disebut Papa Kenzie, pegiat atau relawan kemanusian di Tapian Dolok yang terus aktif mendampingi orangtua korban mulai awal pencarian hingga ditemukan, kepada Metro Online, Rabu (19/8/2026) sekira pukul 14.00 WIB


Kronologi Insiden Memilukan

Insiden memilukan ini terjadi Senin (17/8/2026) sekira pukul 17.00 WIB. Korban menemani ayahnya yang mengalami lumpuh ringan di kaki, mencari daun pisang untuk dijual, di pinggiran sungai Bah Sosopan, Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

Sang ayah berkata kepada korban yang sedang duduk dekat sungai, "Dek Ayah Mau Nyeberang Ngambil Daun Pisang yang Tadi". 

Korban diduga terpeleset. Tiba di seberang sungai sang ayah serta merta mendengar teriakan anaknya. Ia melihat korban sudah hanyut terbawa arus sungai.

Panik dan histeris. Berusaha menolong, ayah korban semampunya berenang memotong jalur dari bawah aliran sungai. Namun naas, korban terlanjur hilang tenggelam.

Ayah korban berteriak-teriak sambil naik ke dataran lebih tinggi untuk meminta tolong pada warga. Peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang.

Menerima laporan kejadian, tim gabungan BPBD serta Damkar Kota Pematangsiantar, BPBD Kabupaten Simalungun, Kelurahan Sinaksak dan Kecamatan Tapian Dolok, Polsek Dolok Batu Nanggar berikut tim relawan KSP bersama warga langsung melakukan pencarian yang kemudian berhasil ditemukan pada hari ketiga.

Informasi terakhir diterima Metro Online, korban QHS atau adek Hidayah telah dikebumikan secara Muslim di Pemakaman Umum, Lingkungan VI, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, sekira pukul 16.00 WIB (bi/pke/bay)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini