-->

Meriahkan HUT RI, Anggota DPRD Langkat, Turunkan Seni Reog Ponorogo Di Kecamatan Sei Lepan

Sebarkan:

 

Atraksi memukau dari seorang pemain Reog yang berjalan kesana kemari dengan menanggung beban seorang ibu rumah tangga duduk di atas topeng kepala Singa Reog Ponorogo, bertempat di kediaman anggota DPRD Langkat, Juriah di Kecamatan Sei Lepan, Selasa (18/8/2026). (Foto mol/ Lesman Simamora)

LANGKAT | Masih dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan RI Ke-81, anggota DPRD Langkat, Juriah turunkan pertunjukan hiburan rakyat, Reog Ponorogo di Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Selasa (18/8/2026).

Pertunjukan seni menampilkan aksi memukau dari kesenian tradisional Reog Ponorogo, asal Jawa Timur itu menampilkan tarian di arena terbuka sebagai hiburan rakyat sarat unsur magis.

Pertunjukan ini menampilkan tokoh umat penari topeng kepala Singa berhias bulu merak raksasa, ditemani penari berkuda lumping dan warok.

Penampilan Seni Reog Ponorogo diiringi musik Gamelan khas seperti kenong, kendang, kempul, angklung dan selompret membuat penonton semakin antusias menyaksikan hiburan rakyat tersebut.

"Atraksi kekebalan tubuh atau trance, yang ditampilkan para pemain Reog Ponorogo penuh unsur magis. Lompatan tinggi ke atas, jungkir balik, bahkan seorang perempuan atau pria duduk di atas topeng kepala Singa, pemain tetap kuat menanggung beban yang diperkirakan seberat 75 kg", sesuai pantauan kru Metro Online di lapangan.

Hiburan dirangkai dengan berbagai kegiatan lomba antar tim, seperti makan kerupuk, lomba membawa guli dalam sendok, sejumlah istri yang menutup tubuhnya pakai kain sarung, lalu suami diminta untuk menebak yang mana istrinya, kuda kepang, dan lainnya.

Semua kegiatan diperlombakan mendapat hadiah, bagi juara 1, 2 dan 3 mendapat hadiah utama seperti tong air ukuran besar, keranjang pazero (keranjang kain), lemari pakaian terbuat dari plastik, kipas angin, ambal, tikar spom.

Sementara hadiah hiburan lainnya panci, minyak goreng, dandang kukusan, rantang, wajan, baskom, payung dan lainnya. Atraksi Reog Ponorogo disaksikan ratusan warga yang datang dari berbagai desa dan kelurahan se-Kecamatan Sei Lepan.

Sri Kandi PDI Perjuangan, Juriah yang sudah dua periode duduk di DPRD Langkat itu mengatakan, ia menurunkan Seni Reog Ponorogo, selain bertujuan untuk menghibur masyarakat, juga sekaligus untuk melestarikan budaya tradisional.

Dikatakan, 20 tahun belakangan ini banyak suku di Indonesia mulai lupa atau meninggalkan budaya asli mereka. Hal Ini mungkin bisa terjadi karena arus globalisasi, masuknya teknologi modern, dan kurangnya minat generasi muda belajar adat istiadat asli dari leluhur mereka, ucapnya.

Dengan tampilnya seni tradisional seperti Seni Reog Ponorogo yang disaksikan masyarakat banyak hari ini, diharapkan bisa menumbuhkan minat generasi muda mencintai dan belajar budaya asli leluhur mereka, ujar politisi PDI Perjuangan itu, seraya mengatakan, setiap tahun perayaan HUT RI, ia selalu menurunkan hiburan rakyat bernuansa budaya tradisional.

Selain kurangnya minat generasi muda belajar adat budaya leluhur asli mereka, juga tidak terlepas dari kurangnya orangtua mengajarkan adat budaya leluhurnya kepada anak-anak mereka di rumah, tutupnya.(lesman simamora/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini