-->
crossorigin="anonymous">

Wali Kota Tebingtinggi Sebut Tak Anti Kritik, Tapi Hindari Anarkis: Jangan Sampai Investor Lari

Sebarkan:
Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih dalam forum silaturahmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pimpinan organisasi pemuda dan kelompok mahasiswa Cipayung Plus di Aula Pondok Bagelen, Rabu (24/6/2026). (Mol/Sdy)

TEBINGTINGGI | 
Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pembangunan daerah.

Hal ini disampaikan Irdian dalam forum silaturahmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pimpinan organisasi pemuda dan kelompok mahasiswa Cipayung Plus, Rabu (24/6/2026).

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik, Kepala Badan Kesbangpol Ramadhan Barqah Pulungan, puluhan Kepala OPD. Lalu, Ketua FKDM Jamnas Arianto, Ketua FKUB Abu Hasyim Siregar, Ketua MUI Ghazali Saragih dan lainnya.

Menurut Irdian, seluruh elemen termasuk Forkopimda memiliki andil yang sangat besar dalam menciptakan iklim daerah yang kondusif.

"Saya berharap kita tetap bersinergi dan berkolaborasi. Bagaimana kita bisa menciptakan suasana yang benar-benar kondusif serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Ini langkah pertama yang harus kita kerjakan bersama," ujarnya.

Irdian menyampaikan apresiasi khusus kepada tokoh-tokoh pemuda dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kota Tebingtinggi.

Secara pribadi, dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang selama ini mendukung program pemerintahan.

Irdian juga menyapa langsung Ketua GM FKPPI, GRIB, IPK, KNPI, dan perwakilan dari 48 organisasi kepemudaan lainnya yang turut hadir.

Dia memastikan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi tidak pernah melakukan tebang pilih dalam merangkul masyarakat.

"Seluruh organisasi perlakuannya sama, pelayanannya sama di negeri ini. Walaupun nanti ada yang kurang lebih, mohon ditunggu. Ke depan harus ada dialog dan diskusi. Komunikasinya bisa lewat WhatsApp dulu, nanti tim kita akan jadwalkan dialog diskusinya," katanya.

Lebih lanjut, Irdian menegaskan Pemko Tebingtinggi tidak anti kritik. Pihaknya sangat terbuka menerima masukan dari mahasiswa maupun elemen pemuda.

Hak menyampaikan pendapat di muka umum, kata Irdian, dijamin penuh oleh UUD 1945 dan konstitusi.

"Kritik demi kemaslahatan Kota Tebingtinggi, baik di sektor keagamaan, sosial, ekonomi, maupun pendidikan sangat dipersilahkan, dengan satu catatan penting, harus menjaga etika dan menghindari tindakan anarkis," ungkapnya.

Pada sektor pendidikan, Irdian juga menyoroti pentingnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Beasiswa untuk siswa berprestasi dan kurang mampu terus kami upayakan optimalisasinya dari anggaran yang ada. Bantuan dari pusat seperti PIP dan KIP Kuliah juga kita dorong, jadi tidak hanya mengandalkan APBD, tapi juga APBN dengan mengedepankan transparansi," jelasnya.

Selain itu, pelayanan publik terkait kebersihan kota juga terus ditingkatkan. Saat ini, Pemko Tebingtinggi tengah memproses verifikasi bantuan 5 unit mobil pengangkut sampah dari DKI Jakarta guna memaksimalkan kebersihan lingkungan di Tebingtinggi.

Pada akhir arahannya, Irdian mengingatkan stabilitas daerah berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi. Kondisi yang tidak aman akibat aksi anarkis atau provokasi akan berdampak langsung kepada para investor.

"Jika terjadi tindakan anarkis, investor enggan masuk ke Tebingtinggi. Dampaknya, kita tidak bisa membuka lapangan kerja yang lebih luas dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan terhambat," ungkapnya.

Irdian juga menepis isu bahwa Kota Tebingtinggi tidak aman. Setelah berkoordinasi intensif dengan Kapolres dan Kajari, dia memastikan bahwa kota tersebut dalam kondisi aman dan terkendali.

"Ayo bersama-sama kita jaga keamanan dan stabilitas ketertiban supaya investor mau masuk, mereka bisa buka lapangan kerja. Tebingtinggi bukan milik kelompok tertentu, tapi milik seluruh masyarakat," pungkasnya. (Sdy/Sdy)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini