Kegiatan itu dibuka langsung Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi sekaligus menciptakan peluang pembangunan yang berkelanjutan.
Wali Kota juga menyebut Rakerda menjadi forum strategis untuk menyusun program kerja, mempererat koordinasi, serta menghasilkan langkah-langkah konkret yang mampu memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, KADIN memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam mendorong investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing dunia usaha, serta memperkuat ekonomi kerakyatan. Karena itu, sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta dinilai menjadi faktor utama dalam mempercepat pembangunan daerah.
"Pemerintah Kota Tebingtinggi terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif, memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, serta mendorong pengembangan sektor-sektor unggulan yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat," ujar Wali Kota.
Ia mengajak para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memanfaatkan perkembangan teknologi digital, memperluas jaringan bisnis, dan memberikan perhatian lebih kepada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Wali Kota berharap Rakerda KADIN tahun ini mampu melahirkan berbagai gagasan inovatif dan rekomendasi yang dapat menjadi solusi bagi pengembangan dunia usaha sekaligus mendukung pembangunan Kota Tebingtinggi ke depan.
Sementara itu, Ketua KADIN Provinsi Sumatera Utara Firsal Dida Mutyara, menyoroti kondisi ekonomi yang tengah dihadapi daerah. Ia menyampaikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi penurunan perputaran uang di Kota Tebing Tinggi sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk itu, ia mendorong KADIN Kota Tebingtinggi agar lebih aktif membantu pemerintah dalam mengidentifikasi sektor-sektor usaha potensial yang dapat menjadi penggerak ekonomi baru.
Menurut Firsal, posisi geografis Tebingtinggi sangat strategis untuk dikembangkan sebagai pusat logistik dan kawasan industri. Selain itu, sektor jasa pendidikan dan kesehatan juga dinilai memiliki peluang besar untuk terus diperkuat.
Ia juga mengusulkan adanya kerja sama yang lebih erat dengan sektor perbankan guna mengembangkan ekonomi syariah sebagai salah satu instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Ketua KADIN Kota Tebingtinggi Muhamad Iqbal, mengakui dunia usaha di daerah saat ini menghadapi sejumlah tantangan, termasuk dampak penutupan beberapa perusahaan dan meningkatnya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK).
Sebagai langkah antisipasi, KADIN Kota Tebingtinggi akan memfokuskan program kerja pada peningkatan pemahaman digitalisasi bagi pelaku usaha, penguatan literasi keuangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kerja sama dengan berbagai mitra strategis.
Selain itu, pihaknya juga merancang penyelenggaraan kegiatan Car Free Night sebagai upaya meningkatkan daya tarik Kota Tebing Tinggi sehingga tidak hanya menjadi daerah persinggahan, tetapi juga tujuan kunjungan masyarakat dan pelaku usaha.
Rangkaian kegiatan Rakerda turut diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung percepatan pembangunan ekonomi daerah.(HR/HR)

