LANGKAT | Dana Revitalisasi Miliaran tahun anggaran 2026 yang saat ini masih dalam proses pengerjaan di SMAN 1 Seilepan Langkat berujung petaka, salah seorang pekerja bangunan jatuh dan cedera saat melakukan pekerjaan.
Insiden terjadinya kecelakaan kerja di SMAN 1 Seilepan tersebut kamis (4/6/2026) mengakibatkan tangan sebelah kiri Bambang Irawan, 44 warga gang manggis Kelurahan alurdua Kecamatan Seilepan Langkat.
Sampai saat ini Kepala sekolah SMAN 1 Seilepan memberikan kompensasi hanya 500.000 rupiah, setelah itu ada datang salah seorang guru PKN memberikan 500.000 rupiah, setelah itu tidak pernah lagi ucap Bambang Irawan yang akrab dipanggil Joko Rabu (24/6/2026).
Kenang Bambang Irawan, saat dirinya bekerja bangunan di SMAN 1 Seilepan sebagai Tukang dengan upah 150.000 per hari kerja, tiba tiba pijakan pranca patah sehingga mengakibatkan dirinya terjatuh dari ketinggian 4 meter dengan posisi telungkup.
Melihat peristiwa itu, rekan Bambang Irawan yang juga pekerja sebagai tukang dan Helper serta pemborong bangunan tersebut melakukan pertolongan dengan membawa korban ke Desa securai Utara Kecamatan Babalan persis nya ke rumah dukun patah tulang.
"Untuk biaya perobatan patah tulang tersebut ditanggung oleh rekan rekan kerja nya serta dari pemborong bangunan SMAN 1 Seilepan tersebut" ucap Bambang Irawan sembari mengatakan untung lah kawan kawan semua baik dan memberikan sumbangsih untuk biaya perobatan saya" sebut Bambang Irawan.
Bambang Irawan yang saat ini hanya terbaring di rumah mungil nya didampingi Liamuliana yang merupakan istri dari Bambang Irawan mengeluh mengenai biaya hidup sehari hari, "saat saya sehat saja bekerja seminggu terkadang untuk biaya hidup seminggu terkadang tidak cukup, ucap Bambang Irawan yang memiliki tiga orang anak tersebut.
" Saya sudah gak ngerti lagi lah pak gimana melewati hari hari kedepan nya, pasalnya tangan saya yang patah ini belum tentu bisa bekerja dalam waktu satu bulan lagi".
Kalau mengenai Septi kerja tidak pernah ada, baik dari pihak sekolah maupun dari pemborong, sebut Bambang Irawan sembari menerangkan kalau pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas belajar SMAN 1 Seilepan tersebut diborongkan.
Terpisah, Kepala SMAN 1 Seilepan Dra Erika Rosdiana Msi dikonfirmasi diruang kerjanya "saya sudah pening dan saya tidak sanggup lagi dan saya tahu pertanyaan kalian mengarah kemana, ucap Erika Rosdiana.
"Mengenai nama tulang yang jatuh dan alamat nya saya tidak ingat dan kapan peristiwa itu saya tidak tahu" ketua kepala SMAN 1 Seilepan sembari mengulangi jika kedatangan wartawan tersebut telah mengetahui kemana arahnya.
Mengenai kompensasi terhadap korban jatuh dalam bekerja tersebut, Erika Rosdiana mengaku telah memberikan kompensasi.(mp/mp)

