Langkah ini menjadi tonggak awal penguatan basis data dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah.
Dalam arahannya, Wali Kota Iman Irdian Saragih menegaskan akurasi data hasil sensus merupakan fondasi vital bagi perencanaan program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
"Tujuan Sensus Ekonomi 2026 adalah untuk menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, sebagai fondasi dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional," ujar Irdian.
Irdian juga menyampaikan apresiasi kepada BPS Kota Tebingtinggi yang terus berupaya meningkatkan mutu data. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan BPS menjadi kunci keberhasilan pendataan.
"Saya mengapresiasi BPS Kota Tebingtinggi yang berkomitmen menghasilkan data akurat dan berkualitas. Pemerintah daerah siap mendukung penuh pelaksanaan SE2026," katanya.
Lebih lanjut, Irdian menginstruksikan seluruh camat agar menggerakkan lurah dan kepala lingkungan untuk aktif memantau pendataan di lapangan.
Dia juga berharap dukungan dari aparat kepolisian dalam mengawal jalannya kegiatan.
"Pendataan ini harus benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah awal memperkuat budaya sadar data demi pembangunan yang lebih tepat sasaran dan mensejahterakan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Tebingtinggi Azantaro menjelaskan kunci keberhasilan sensus ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dan kejujuran masyarakat dalam memberikan data.
Untuk memudahkan pemahaman warga, Kepala Azantaro memperkenalkan jargon sekaligus pedoman sederhana bernama "TIR".
"T – Terima kedatangan petugas dengan ramah, I – Isi data dengan benar, dan R – Rahasia terjaga. Data yang diberikan dilindungi undang-undang dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik," jelas Azantaro.
Lebih lanjut, Azantaro memaparkan Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan yang lebih luas dan menyentuh seluruh skala usaha, mulai dari korporasi besar, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga sektor pertanian.
"Tidak ada usaha yang terlalu kecil untuk dicatat. Setiap usaha memiliki kontribusi bagi perekonomian. Saat ini terdapat sekitar 68 ribu unit usaha di Tebingtinggi, mencerminkan kuatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan cakupan yang lebih luas termasuk sektor pertanian, SE2026 diharapkan menghadirkan gambaran utuh mengenai struktur ekonomi daerah," ungkapnya.
Acara pencanangan ditutup dengan komitmen bersama antara Pemerintah Kota dan BPS untuk membangun budaya sadar data demi pembangunan Tebingtinggi yang lebih maju.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kabag SDM AKP JH Panjaitan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik, Asisten Perekonomian Reza Aghista, Kabag Ekosda Safaruddin dan para Camat se-Kota Tebingtinggi. (Sdy/Sdy)

