-->
crossorigin="anonymous">

Pipa Distribusi Crude Oil Pertamina EP Terkesan Dibiarkan Mengular Di Atas Permukaan Tanah Di Besitang Langkat

Sebarkan:

 

Jalur pipa distribusi minyak mentah dari Pertamina EP Rantau Field menuju Pertamina EP Pangkalan Susu Field membentang di atas permukaan tanah di Lingkungan IV Bukit Gayo, Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Besitang. (Foto mol/Lesman Simamora)


LANGKAT | Pipa distribusi minyak mentah (Crude Oil) Pertamina EP, dalam kondisi memperihatinkan berlokasi di Lingkungan IV Bukit Gayo, Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Selasa (9/6/2026).

Selain di Bukit Gayo, pipa penyalur minyak mentah 'mengular' di atas permukaan tanah, juga hal yang sama terdapat di Dusun Sei Sirah, Desa Bukit Selamat, hanya saja volumenya yang berbeda. " Ia pipa distribusi minyak mentah ada membentang di atas permukaan tanah dekat lapangan bola Dusun Sei Sirah," ujar narasumber, warga dusun setempat kepada kru Metro Online.

Kondisi jalur pipa penyalur crude oil dari Pertamina EP Rantau Field ke Pertamina EP Pangkalan Susu Field mengular di atas permukaan tanah dikuatirkan akan lebih cepat korosif (berkarat), sehingga butuh segera dilakukan perawatan maksimal.

Lazimnya, pipa penyalur minyak mentah dan gas bumi (Migas) di daratan, itu diposisikan di atas support (galangan) atau ditimbun di bawah tanah, tapi ini tidak, pipa terkesan dibiarkan membentang di atas permukaan tanah.

Kondisi pipa distribusi crude oil di atas permukaan tanah berpotensi menimbulkan bahaya, sebab tidak tertutup kemungkinan minyak akan menyembur keluar apabila pipa bocor.

"Jika pipa penyalur minyak mentah itu sampai bocor, maka perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu akan mengalami kerugian yang cukup besar, belum lagi dampaknya terhadap masyarakat sekitar dan lingkungan," ujar pemerhati Migas di Teluk Aru, Langkat, Hasrizal, SH kepada kru Metro Online, Selasa (9/6/2026) di Pangkalan Brandan.

Pantauan langsung kru Metro Online di lapangan, Selasa (9/6/2026), sebagian jalur pipa minyak yang berada di pinggir jalan umum itu, terutama di depan pintu masuk SMA Negeri 2 Besitang tampak 'mengular' di atas permukaan tanah.

Menurut warga setempat mengaku bernama Daud,46, kondisi pipa minyak mentah membentang di atas permukaan tanah itu sudah berlangsung cukup lama, namun sejauh ini belum terlihat adanya upaya perawatan/perbaikan dilakukan pihak terkait, ucapnya.

Ironis, kata dia, di persimpangan jalan masuk menuju Lingkungan VI Bukit Gayo, ada plang bertuliskan pengumuman sebagai warning bagi masyarakat bahwa area jalur pipa minyak ini memiliki tekanan tinggi dan berbahaya.

Satu sisi, pihak Pertamina EP memberikan peringatan terhadap masyarakat, namun pada sisi lain, pihak perusahaan minyak dan gas (migas) tersebut terkesan membiarkan begitu saja sebagian jalur pipa minyak 'mengular' di atas tanah.

Sebelum terjadi insiden, warga berharap agar pihak manajemen perusahaan 'plat merah' itu segera melakukan perbaikan jalur pipa minyak membentang di pinggir jalan umum tersebut.

Terkait keberadaan pipa distribusi minyak mentah mengular di atas permukaan tanah, Humas Pertamina EP Rantau Field, Jefri dikonfirmasi kru Metro Online, Selasa (9/6/2026) mengatakan, "nanti keterangan resminya saya kirim, terimakasih atas pengertiannya," tutupnya.(lesman simamora/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini