-->
crossorigin="anonymous">

Rehabilitasi Ruang Kelas SMP Swasta Ampera Batang Sarangan Langkat Dinilai Tidak Berkualitas

Sebarkan:

 


Terlihat Rehabilitasi ruang kelas belajar SMP swasta Ampera Kecamatan Batang sarangan hanya mengganti seng dan lantai keramik(Poto:mol/mp/kamis/11/6/2026)


LANGKAT | Program revitalisasi satuan pendidikan Direktorat Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Paud Dasmen Kementerian Pendidikan dasar dan menengah pertama bertujuan untuk kenyamanan dan keamanan anak belajar termasuk kendala dari bencana alam dan banjir, namun dengan adanya dana revitalisasi tersebut disinyalir menjadi ajang bisnis oknum yang tidak bertanggungjawab.

Rehabilitasi ruang kelas belajar SMP swasta Ampera Kecamatan Batang Sarangan layak dipertanyakan, pasalnya rehabilitasi ruang kelas tersebut dinilai sangat tidak berkualitas, terlihat dari rangka baja penopang plavoun ukurannya sangat kecil.

Akibat ukuran rangka baja penopang plavoun sangat kecil dikawatirkan dalam waktu dekat akan roboh sebab tidak tahan menopang plavoun.

Selain itu, badan bangunan ruang kelas yang seharusnya ditinggikan agar bangunan sekolah tersebut tidak kelihatan pendek saat lantai dinaikan, demikian dikatakan warga kamis (11/6/2026).

Data yang dihimpun metro online dilapangan, terlihat rehabilitasi di SMP swasta Ampera batang sarangan tersebut hanya mengganti seng dan sebahagian mengganti lantai keramik.

Penggantian dan peninggian lantai keramik ruang kelas belajar dikerjakan dengan cara asal jadi, pasalnya saat melakukan pemasangan lantai keramik tidak terlebih dahulu lantai keramik yang lama dibongkar agar lantai keramik yang baru dapat mengikat dan berkualitas.

Namun di SMP swasta Ampera terlihat pemasangan lantai keramik  ditimpah langsung, dinilai mengakibatkan lantai keramik tidak mengikat dan tidak kuat.

Selain itu, terlihat lantai ruang kelas belajar titinggikan lebih kurang 15 centi meter, padahal sekolah tersebut rawan terkena banjir, pihak panitia revitalisasi SMP swasta Ampera dinilai gagal kontruksi.

Warga meminta agar pengelolaan dana revitalisasi sebesar 1.878.000.000 dan pengerjaan nya diawasi secara ketat oleh Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Langkat, dan jika terdapat pernainan atau korupsi dalam pengelolaan dana revitalisasi tersebut akan dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Langkat.

Jambe salah satu Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) mengatakan dana revitalisasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tersebut sebesar 1.8 M, dan dana tersebut untuk penggantian seng ruang kelas belajar sebanyak 16 ruangan.

Selain itu kata Jambe, dana revitalisasi yang sangat besar tersebut sebahagian untuk mengganti lantai keramik ruang kelas belajar, ucap Jambe yang juga berperan sebagai kepala tulang Jumat (12/6/2026).

Terpisah, Kepala SMP swasta Ampera Batang Sarangan Bambang "Saya lagi rapat dengan yayasan pak" ucap Bambang melalui pesan wattshapp.(mp/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini