-->

Pertamina EP Pangkalan Susu Field Terkesan Menutupnutupi Peristiwa Kebocoran Line Pipa Gas Dasar Laut

Sebarkan:

 

Terlihat gelembung di atas permukaan air diduga akibat bocornya line pipa gas dasar laut di perairan laut Pangkalan Susu. (Foto mol/ Lesman Simamora)

LANGKAT |  Sudah tiga pekan berjalan peristiwa kebocoran line pipa gas dasar laut milik Pertamina EP Pangkalan Susu Field, namun hingga, Selasa (12/5/2026), pihak manajemen perusahaan belum juga memberi keterangan.

Pihak bersangkutan tak kunjung memberi keterangan penyebab gelembung di atas permukaan air, itu terkesan menghindar dan menutupnutupi kejadian yang sebenarnya, ujar seorang pemerhati Migas di Pangkalan Susu, M. Ali kepada kru Metro Online.

Bagaimana mungkin pihak manajemen belum juga memberi keterangan resmi apa sebenarnya penyebab gelembung air di atas permukaan air laut, itu sulit diterima akal sehat, katanya.

"Apa pun yang dilakukan pihak perusahaan untuk menutupnutupi kejadian yang sebenarnya, suatu saat pasti akan ketahuan, seperti ungkapan yang mengatakan, serapi apa pun seseorang menyembunyikan rahasia, lama-kelamaan akan terungkap juga," terang Ali. 

Manajemen perusahaan BUMN tersebut terkesan tertutup semakin memicu pikiran masyarakat ber-opini kalau penyebab peristiwa kebocoran pipa distribusi gas dasar laut ada yang dirahasiakan?

Opini masyarakat yang berkembang, saat ini line pipa gas bocor, itu akibat kondisi pipa penyalur sudah korosif alias karatan di dasar laut. " Line pipa gas itu dibangun tahun 1985, ia wajar kalau pipa gas bocor," sambungnya.

"Tapi kalau pihak manajemen perusahaan Migas itu melakukan perawatan rutin pipa gas, maka diharapkan pipa penyalur gas itu tidak sampai bocor. Kita yakin pihak Pertamina mengetahui kapan masa waktu pipa harus diganti, ucapnya.

Namun demikian, kata Ali, yang mengetahui itu secara pasti adalah PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field, karena merekalah yang punya asset tersebut, dan itulah sebetulnya, pihak manajemen memberi keterangan resmi, terkait kebocoran pipa, bukan malah terkesan menghindar, tutup Ali, mantan pekerja Migas di Lhokseumawe, Aceh dan di Pertamina EP Pangkalan Susu itu mengakhiri komentarnya.

Keterangan Humas, Wahyu bertolak belakang dengan keterangan resmi FM Pertamina EP Pangkalan Susu, Edwin Susanto mengundang pertanyaan warga khususnya yang berdomisili di "kota minyak" Pangkalan Susu.

Dimana keterangan resmi sang FM mengatakan, penyebab gelembung air di atas permukaan air, itu belum bisa disimpulkan, kini tim sedang bekerja di lokasi untuk pemeriksaan dan identifikasi pipa di dasar laut, katanya, seperti diberikan media ini sebelumnya. 

Sementara keterangan Humas Pertamina EP Pangkalan Susu Field, Wahyu mengatakan, pihak perusahaan langsung merespon dengan cepat begitu mendapat informasi terkait kebocoran pipa gas tersebut.

"Pertamina langsung mematikan distribusi gas dari PPJ ke MGS untuk mencegah risiko. Begitu mendapat informasi dari LSM, Eri Alfianto, petugas perusahaan segera mematikan aliran gas dan kemudian mengalihkan gas ke tempat lain," kata Wahyu.

Bahkan, Wahyu menambahkan, di lokasi titik kebocoran sudah dipasang pembatas. Insiden kebocoran ini tidak menimbulkan dampak, baik terhadap lingkungan perairan, maupun terhadap masyarakat.

Beberapa kali Humas Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, Jefri dikonfirmasi kru Metro Online, melalui sambungan WhatsApp dan ditelepon langsung, 4 Mei lalu, dan, Selasa (12/5/2026), terkait kebocoran line pipa gas, tapi yang bersangkutan tidak merespon.(lesman simamora/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini