-->

Enam Bulan Pascabanjir, Jembatan Menuju Pangkalan Susu Langkat yang Ambruk Belum Diperbaiki Secara Permanen

Sebarkan:

 

Terlihat truk tanki LPG ekstra hati-hati saat melintasi jembatan yang belum diperbaiki secara permanen menuju "kota minyak" Pangkalan Susu, Kamis (14/5/2026). (Foto mol/Lesman Simamora)



LANGKAT | Mencapai enam bulan pascabanjir yang mengakibatkan jembatan ambruk di Jalinsum perbatasan antara Kecamatan Brandan Barat dengan Kecamatan Pangkalan Susu, hingga kini belum juga diperbaiki secara permanen, sesuai pantauan kru Metro Online, Kamis (14/5/2026).

Jembatan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) diperkirakan empat kali 10 meter ambruk akibat diterjang banjir bandang, itu diperbaiki oleh Forkopimcam Plus Kecamatan Pangkalan Susu bekerjasama dengan Pertamina EP dan PLTU Pangkalan Susu ketika itu.

Jembatan ini setiap hari dilintasi mobil berat seperti truk tanki LPG, Aspal Cair, armada berat milik Pertamina EP Pangkalan Susu Field mencapai 25-30 ton. Bahkan sesekali truk pengeboran migas Pertamina atau truk mitra kerja yang khusus digunakan untuk mengangkut komponen rig dengan tonase mencapai 30 ton lebih.

Sejauh ini jembatan belum diperbaiki secara permanen, permukaan jembatan masih dalam kondisi darurat ditimbun dengan batu sirtu dan besi plat agar bisa dilintasi berbagai jenis kendaraan.

"Beruntung pihak Forkopimcam Plus Kecamatan Pangkalan Susu bekerjasama dengan perusahaan yang ada di daerah ini ketika itu dengan cepat melakukan tindakan, siang dan malam mereka bekerja keras agar jembatan bisa di lalui kendaraan, kalau tidak, kita pun tak tau lagi mau mengadu kepada siapa untuk memperbaiki jembatan tersebut," ucap pemerhati sosial, S. Nasution kepada kru Metro Online.

Perbaikan jembatan, lanjutnya,  dibutuhkan segera tindakan cepat dari pihak terkait, PUTR Provinsi Sumatera Utara, agar kondisi jembatan kembali seperti semula sehingga diharapkan arus transportasi berjalan lancar.

Jika tidak diperbaiki, bukan tidak mungkin jembatan tersebut akan ambruk lagi seperti kejadian saat banjir bandang akhir November 2025 lalu. Ketika itu beberapa hari arus transportasi lumpuh akibat jembatan terputus, seperti diberitakan media ini sebelumnya.

Bahkan, kata dia, perekonomian pun nyaris lumpuh di Kecamatan Pangkalan Susu. Pasokan gas LPG 3 & lima kilo gram, sembako sangat terbatas, demikian juga hasil laut seperti ikan, udang, kepiting dan hasil komoditi pertanian tak dapat diangkut keluar untuk dipasarkan.

Bukan itu saja, harga bahan bakar minyak (BBM), juga terdampak mencapai Rp 20 ribu per liter minyak pertalite itu pun kalau ada. "Dampak jembatan putus ketika itu benar-benar menyengsarakan masyarakat di kota minyak Pangkalan Susu," ungkapnya.

Untuk itu diharapkan kebijakan Gubernur Sumatera Utara untuk segera mengalokasikan anggaran dana pembangunan jembatan secara permanen agar transportasi keluar masuk Pangkalan Susu berjalan aman dan lancar, tutupnya.(lesman simamora/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini