-->

Ratusan Warga Terdampak Banjir Geruduk Kantor Camat Besitang, Minta Pemerintah Bersikap Adil Terkait Bansos

Sebarkan:

 



Ratusan warga korban banjir geruduk Kantor Camat Besitang, Senin (13/4/2026). Foto mol/ Lesman Simamora)


LANGKAT | Ratusan warga terdampak banjir datang dari sejumlah desa/kelurahan se-Kecamatan Besitang geruduk Kantor Camat Besitang, Senin (13/4/3026). 

Para korban mengaku kesal dan kecewa, karena sampai sejauh ini mereka belum mendapat bantuan dari pemerintah.

Kedatangan warga membuat para pegawai sempat terkejut setelah melihat begitu banyak warga memadati halaman Kantor Camat Besitang menjelang siang hari itu.

Warga terdampak banjir bandang yang terjadi akhir November 2025 itu mempertanyakan bantuan Bansos yang dijanjikan pemerintah.

Melihat ratusan massa sambil berteriak-teriak, Camat Besitang, Restra Yudha langsung menemui 
warga. Dihadapan warga, ia menjelaskan bahwa dirinya telah mengirimkan data yang terdampak sebanyak 5826 kepala keluarga (KK) ke Kabupaten Langkat.

Kemudian lanjutnya, BPBD minta data rumah rusak beerat. rusak sedang dan rusak ringan.
dengan katagori kerusakan 30% keatas berdasarkan ketentuan BPBD Langkat.

Data yang diterima dari desa dan kelurahan sebanyak 5826 itu kemudian diverifikasi pihak BPBD Langkat menjadi 2.530 KK, dan itulah yang dikirim ke Kabupaten Langkat, ungkap Restra. 

Selanjutnya dialog dilanjutkan di Aula Kantor Camat Besitang. Dalam pertemuan antara warga dan pihak kecamatan itu, juga turut hadir anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat, Eddy Wijaya, Komisi B dari Fraksi Partai Nasdem.

Pada kesempatan itu, beberapa warga mewakili rekan-rekannya seperjuangan mempertanyakan dan menyampaikan kekecewaan mereka yang hingga kini mereka belum juga menerima bantuan dari pemerintah.

Yang menjadi pertanyaan mereka, kenapa hanya sebagian kecil saja, warga yang terdampak banjir itu menerima bantuan, sementara sebagian besar warga korban banjir tidak menerima bantuan.

Seperti dana isi hunian, Stimulan ekonomi dan Jaminan Hidup (Jadup). "Jika dilihat sesuai isi undang yang diterima masyarakat yang mendapat bantuan tidak ada hubungannya dengan kerusakan bangunan rumah," terang Sauli Lubis, selaku Ketua "Aliansi Warga menggugat" turut hadir dalam pertemuan itu.

Sementara itu, Swarno, warga Kelurahan Pekan Besitang ini mengatakan, pengalaman banjir di tahun 2006 lalu, tidak ada yang ribut seperti saat ini karena pendataannya akurat. Dan keributan yang terjadi belakangan ini itu dipicu kecemburuan sosial, pungkasnya.

"Bantuan sosial yang dikucurkan pemerintah benar-benar tidak adil. Bantuan tidak merata, kami semua terdampak seperti tv, mesin cuci perabotan dan alat Elektronic, dan lainnya juga hancur akibat diterjang banjir, ujar perwakilan warga lainnya.

Camat Restra kembali menjelaskan data awal yang diterimanya dari desa/kelurahan sebanyak 5826 KK (19.520) jiw, dengan rincian rumah rusak berat sebanyak 359, 272 rumah rusak sedang, dan 290 rumah rusak ringan, dan data ini telah dikirim ke Pemerintah Kabupaten Langkat, katanya.

Setelah tim dari BPBD melakukan virifikasi data, dan diturunkan ke Kecamatan Besitang; untuk rusak berat itu ada perubahan. Dan kalau bantuan sosial yang dicairkan melalui Kantor Pos, itu sama sekali "tidak" kami ketahui, karena uang itu langsung dikirim dari Kementerian Sosial, ucapnya

Dikesempatan itu, anggota DPRD Langkat, Eddy Wijaya mengatakan laporan warga ini telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Langkat baru baru ini. Sesuai data yang diterima dari warga, jumlah yang terdampak banjir mencapai 1300 data, dan data itu telah diserahkan ke BPBD Langkat untuk ditindaklanjuti, ujarnya.

Eddy Wijaya menambahkan
Insyallah, Senin (20/4/2026) pihaknya merencanakan akan menggelar RDP lagi. "Kalau warga menyampaikan aspirasinya melalui aksi seperti sekarang ini, ia itu sah sah saja, yang penting berjalan sesuai aturan, dan jangan ada warga yang melakukan tindakan anarkis, imbaunya.

Usai pertemuan di Aula Kantor Camat Besitang, Sauli Lubis, selaku kordinator aksi mengatasnamakan "Aliansi Masyarakat Menggugat" kepada wartawan mengatakan, Senin (20/4/2026), pihaknya akan menggelar aksi dengan menurunkan 2000 massa dari Kecamatan Besitang, Brandan Barat dan Kecamatan Sei Lepan.

"Kami para korban terdampak banjir hanya ingin menuntut keadilan, menutut hak kami, ada ribuan warga yang terdampak, tapi sejauh ini belum menerima bantuan," kata Sauli Lubis.(lesman simamora/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini