![]() |
| Pembukaan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah di Lapas Kelas I Medan. (mol/lagusta) |
Program pembinaan keagamaan ini akan berlangsung hingga 5 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan karakter dan spiritualitas selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda pembinaan kepribadian yang difokuskan pada peningkatan pemahaman ajaran agama, pendalaman nilai-nilai ibadah, serta pembentukan sikap religius bagi para warga binaan. Selama pelaksanaan, materi akan disampaikan secara intensif oleh para penyuluh dan pemateri dari Kementerian Agama Kota Medan.
Acara pembukaan dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama, H Ahmad Kamil Harahap, serta Kepala Kantor Urusan Agama Medan Helvetia Judri Hutagalung. Kehadiran keduanya mencerminkan kolaborasi aktif antara pihak lapas dan instansi keagamaan dalam mendukung pembinaan rohani warga binaan.
Ketua panitia M Hidayatullah, dalam laporannya menyampaikan, program tersebut dirancang untuk membentuk pribadi yang lebih disiplin, berakhlak, serta memiliki kesiapan mental dan moral saat kembali ke masyarakat.
Sementara itu, pembukaan resmi dilakukan oleh Kabid Pembinaan Prayoga Yulanda, mewakili Kepala Lapas. Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana pembinaan berkelanjutan.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri. Kami berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan agar memperoleh manfaat nyata,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Pesantren Ramadhan ini, Lapas Kelas I Medan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang humanis dan berorientasi pada perubahan positif, sehingga warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan bekal keimanan dan karakter yang lebih kuat. (RobS/RS)

