-->

Ups..! Dua Bulan Longsor di Tapteng, Tiga Korban Ini tak Pernah Dicari

Sebarkan:

Saat melakukan Konfirmasi ke BPBD Tapanuli Tengah dan Camat lurah Lingkungan IV Malaka atas tidak di lakukan pencaharian korban bencana dari hari pertama hingga sampai hari ini.(Foto: Yasmend/mol)

TAPTENG |
Dua bulan pascabencana longsor yang terjadi pada 25 November 2025, duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban di Lingkungan IV Malaka, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Hingga kini, tiga anggota keluarga mereka—ayah kandung, inang uda (bibi), dan adik sepupu—belum ditemukan dan ironisnya disebut belum pernah dilakukan upaya pencarian sama sekali.

Pada hari Senin (19/1/2026) Pagi. Metro-Online.co melakukan konfirmasi lanjutan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah. Pihak BPBD menyampaikan kalau masa pencarian korban longsor secara umum telah disepakati untuk dihentikan. Namun demikian, BPBD mengakui adanya kemungkinan data korban dari lokasi Lingkungan IV Malaka belum masuk ke sistem mereka.

“Untuk lokasi Lingkungan IV Malaka, besar kemungkinan datanya belum kami terima, sehingga tim belum bergerak ke sana,” ujar salah satu Sekretaris BPBD Tapteng kepada Metro-Online.co melalui sambungan telepon WhatsApp stafnya, saat wartawan mendatangi Kantor BPBD Tapteng bersama keluarga yang berlokasi di samping Kantor Camat Pandan.

Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris BPBD Tapteng meminta pihak keluarga menyerahkan identitas korban guna memastikan apakah nama-nama tersebut tercatat dalam data statistik korban bencana. Menindaklanjuti hal itu, keluarga korban langsung mendatangi kantor BPBD dan menyerahkan data tiga anggota keluarga yang diduga tertimbun longsor di lokasi tersebut.

Pihak keluarga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak pernah ada satu pun upaya pencarian yang dilakukan di Lingkungan IV Malaka, sejak hari pertama bencana hingga memasuki tahap pemulihan.

Untuk memastikan duduk perkara ini, Metro-Online.co bersama sejumlah media lain turut mengonfirmasi pihak pemerintah setempat, mulai dari Kepala Lingkungan hingga Camat.

Kepala Lingkungan IV Malaka Benny Sitompul membenarkan bahwa pihak keluarga telah melaporkan peristiwa tersebut kepadanya. “Laporan dari keluarga sudah saya terima dan telah saya teruskan kepada pihak Lurah,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Hutanabolon P Pakpahan, menyampaikan, data korban telah diteruskannya ke BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah. “Kalau tidak salah, sekitar lima hari setelah bencana. Untuk soal pencarian, saya tidak mengetahui secara rinci karena saat itu saya juga disibukkan dengan penanganan ribuan warga terdampak,” jelasnya.

Di sisi lain, Camat Tukka, Yanmuzir Hutagalung, mengaku belum mengetahui secara detail permasalahan tersebut. “Untuk persoalan ini sebaiknya langsung ke Lurah Hutanabolon. Saya belum memahami situasi dari sudut ke sudut wilayah, mengingat saya baru sekitar satu bulan menjabat sebagai Camat Tukka,” katanya.

Merasa tidak mendapatkan kepastian dan perhatian serius, pihak keluarga akhirnya menyurati Kapolres Tapanuli Tengah. Surat tersebut berisi permohonan bantuan kepada Polri dan jajarannya agar dilakukan pencarian terhadap anggota keluarga mereka yang hingga kini belum ditemukan. 

“Semoga melalui surat ini, pihak Polres dan jajaran dapat membantu keluarga kami untuk mencari jenazah ayah kami, inang uda, dan adik sepupu kami,” harap keluarga korban.

Kekecewaan mendalam juga disampaikan keluarga terhadap kinerja pemerintah daerah dalam penanganan bencana yang melanda kabupaten Tapanuli Tengah. Mereka menilai negara telah abai terhadap nasib korban di wilayah mereka.

“Sejak hari pertama kejadian hingga hari ini, tidak satu pun pihak turun melakukan pencarian atau meninjau langsung lingkungan kami. Kami sangat kecewa terhadap penanganan tanggap darurat bencana, khususnya oleh BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah,” ungkap Epi Derman Gea, didampingi adiknya, Hendri Jaya Gea.

Menurut keluarga, laporan telah disampaikan kepada pemerintah setempat sejak awal kejadian. Namun hingga dua bulan berlalu, tidak ada langkah konkret yang dilakukan untuk mencari korban.

“Kami berharap pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait, benar-benar hadir dan memberikan perhatian penuh. Ayah kandung kami, inang uda, dan adik sepupu kami tertimbun tanah akibat bencana, tetapi sampai hari ini korban kami seolah dibiarkan,” tutup Epi dengan nada pilu.

Ketika berita ini diterbitkan, Metro-Online.co telah berupaya meminta konfirmasi dan klarifikasi langsung kepada Kepala BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah terkait dugaan belum dilakukannya pencarian terhadap tiga korban longsor tersebut. Permintaan klarifikasi disampaikan melalui pesan WhatsApp pribadi yang bersangkutan, namun belum mendapatkan tanggapan.(YS/JS)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini