-->

Update Situasi Pascabanjir Aceh Tamiang, Kompresor Jadi Andalan

Sebarkan:

 

Terlihat seorang warga di dampingi istrinya, sedang menyemprot dinding rumahnya berikut mobil, dan sepedamotor miliknya yang terdampak banjir bandang akhir Nopember 2025 lalu di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (28/1/2026). (Foto mol/ Lesman Simamora)


ACEH TAMIANG | Usai membuang lumpur tebal dari lantai rumah pascabanjir, kini korban banjir sibuk membersihkan noda hitam kekuning-kuningan yang menempel di dinding dan lantaI, Rabu (28/1/2026).

Selain itu, mobil, sepedamotor, dan perabotan lainnya yang juga turut terendam banjir, harus disemprot dengan air yang dilarutkan dengan deterjen mengunakan mesin kompresor untuk menghilangkan aroma bau dari lantai dan dinding bangunan rumah.

Dua bulan lebih pascabanjir di Aceh Tamiang, sejauh ini pemulihan lingkungan di perkotaan dan di pedesaan, juga lantai dan dinding bangunan rumah cukup banyak yang belum selesai dikerjakan.

Akibatnya, para korban banjir masih tinggal di tenda pengungsian, entah kapan mereka itu kembali ke rumah masing-masing. "Sudah dua bulan kami tidur menderita di bawah tenda ini," ungkap Pandu,40, warga Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang kepada kru Metro Online, Rabu (28/1/2026).

"Beginilah cara dan upaya yang kami lakukan untuk membersihkan noda lumpur dari dinding dan lantai rumah. Kami harus menggunakan mesin kompresor untuk membuang noda yang menempel di dinding dan lantai rumah," ucapnya dengan nada sedih.

Untuk membeli mesin kompresor, keluarga ini terpaksa mengeluarkan uang sebesar Rp 2 juta. "Sementara untuk memenuhi kebutuhan pokok lainnya mereka harus berjuang keras dengan bekerja serabutan yang penting halal," katanya.

Untuk mengurangi beban para korban banjir, ia sangat berharap adanya percepatan pencairan dana bantuan bagi warga yang rumahnya rusak sedang dan rusak ringan.

Ia bermohon kepada Presiden RI, Prabowo Subianto memerintahkan pejabat negara yang terkait untuk itu dapat segera mencairkan dana bantuan tersebut. "Kami sangat membutuhkan dana bantuan itu," harapnya.

Saat ini masih cukup banyak warga korban banjir membersihkan noda lumpur dari dinding dan lantai rumahnya, bahkan ada warga yang rumahnya ditinggal kosong, karena mereka terpaksa mengungsi ke tempat saudaranya di luar kota pascabanjir.

Infrastruktur jalan dan drainase belum juga bersih dari genangan air bercampur lumpur tebal. Ketika musim kemarau, banyak debu berterbangan, sementara kalau hujan turun, badan jalan menjadi becek dan licin, sesuai pantauan kru Metro Online di lapangan.(lesman/mp)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini